KEPULAUAN RIAU — Setelah vakum cukup lama pasca meninggalkan Efek Rumah Kaca, Adrian Yunan akhirnya menemukan kembali panggungnya. Dua album solo, Sintas dan Jalan Keluar, dirilis sebagai penanda kebangkitannya di industri musik Indonesia. Keputusan untuk kembali berkarya ini bukan tanpa perjuangan, mengingat kondisi penglihatannya yang terus memburuk sempat membuatnya berpikir untuk berhenti total.
Musik Sebagai Terapi di Tengah Keterbatasan Fisik
Adrian mengaku sempat merasa mustahil untuk melanjutkan karier bermusiknya. "Aku sempat pas setelah rehat itu aku sempat berpikir kayaknya musik nggak ini ya, nggak bisa aku lakuin lagi," ujarnya saat ditemui di Kios Ojo Keos, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, belum lama ini. Namun, setelah sekitar satu tahun berhenti, ia kembali memegang gitar dan mulai membuat draf lagu di rumah.
Proses kreatif itu justru berubah menjadi ruang penyembuhan. "Akhirnya aku berpikir bahwa ya mau gimana lagi emang ternyata aku terapi juga dengan musik rasanya gitu ya," katanya. Album Sintas yang digarap di rumah menjadi bukti nyata bagaimana ia menyiasati kondisi mental dan fisik yang baru.
Semangat Baru demi Sang Anak
Kehadiran sang buah hati menjadi pematik terbesar yang membuat Adrian bangkit kembali. Kesadaran bahwa anaknya membutuhkan sosok ayah yang tangguh mendorongnya untuk terus melangkah. "Tapi ketika anak udah mulai gede mikir lagi, maksudnya apa ya, anakku butuh sosok yang ayahnya punya spirit fighter gitu ya. Mikir lagi terus aku mau fighting pakai apa ya? Akhirnya musik lagi gitu," tuturnya.
Semangat juang itulah yang kemudian berlanjut ke album kedua, Jalan Keluar. Menariknya, ide album ini datang dari seorang teman yang kerap menemaninya selama proses rekaman di Merah Studio milik Reza Hilman. Album ini menjadi simbol perayaan atas keberaniannya untuk kembali berinteraksi dengan dunia luar setelah bertahun-tahun menghabiskan waktu di rumah.
Perayaan Lima Tahun di Rumah dan Kolaborasi di Setiap Lagu
Bagi Adrian, Jalan Keluar adalah bentuk selebrasi pribadi. "Pematiknya karena emang aku pengen merasa pengen punya perayaan gitu setelah lima tahun lebih di rumah banget," ungkapnya. Dunia luar yang dulu terasa asing kini kembali ia jelajahi, lengkap dengan berbagai fenomena baru di Jakarta yang ia temui.
Untuk mempertegas momen kebersamaan tersebut, Adrian sengaja mengajak kolaborator yang berbeda di setiap lagu. "Jadi aku setiap lagunya nih harus beda-beda nih orangnya gitu. Sebagai penggambaran bahwa aku main lagi, bergaul lagi, curhatan lagi sama orang gitu ya," jelasnya. Langkah ini menjadi simbol kuat bahwa dirinya telah kembali bergaul dan bercerita lewat musik setelah lama menepi dari hiruk pikuk industri.
Kembalinya Adrian Yunan dengan dua album sekaligus tidak hanya menambah warna di kancah musik independen Tanah Air, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa keterbatasan fisik tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjalanan kreatif.