BINTAN — Kepala Pengelola Lingkungan Bintan Resorts Ray Manaek Tobing menyatakan kepedulian terhadap persoalan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya perusahaan maupun pengelola kawasan. Aksi bersih pantai menyasar bibir Pantai Kampung Baru yang berada di dalam kawasan wisata terpadu Bintan Resorts.
Peserta tidak hanya memungut sampah, tetapi juga memilahnya berdasarkan jenis. Dari kegiatan itu ditemukan tali, karung goni, pecahan kaca, hingga botol plastik. Sebagian sampah telah tenggelam dan tertanam di pasir sehingga butuh upaya lebih untuk mengangkatnya.
Mengapa Kampung Baru Dipilih Jadi Lokasi Bersih Pantai
Kampung Baru merupakan kampung nelayan yang berada di dalam kawasan wisata terpadu Bintan Resorts. Posisi itu membuat edukasi dan kepedulian lingkungan bisa dilakukan langsung bersama masyarakat.
"Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan sampah. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan," kata Ray dalam keterangan yang diterima di Batam, Jumat.
85 Kilogram Botol Plastik Diserahkan ke Bank Sampah Desaku
Sampah yang terkumpul dari aksi bersih pantai dibawa ke Bank Sampah Desaku di Desa Sebong Lagoi. Bintan Resorts juga menyerahkan 85 kilogram sampah botol plastik kepada bank sampah tersebut.
Botol plastik itu berasal dari berbagai aktivitas di kawasan Bintan Resorts, seperti kegiatan dan acara, hotel, restoran, penghuni kawasan, serta aktivitas lainnya. Bank Sampah Desaku Sebong Lagoi merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang telah dibina Bintan Resorts sejak 2024.
Ray menyebut keberadaan bank sampah tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang nilai ekonomi bagi warga. "Sampah yang dapat dimanfaatkan seperti botol-botol plastik akan dicacah dan diolah sebagai bahan baku untuk menghasilkan berbagai produk bernilai guna," ujarnya.
Sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali akan ditangani sesuai jenis dan karakteristiknya.
Kawasan 23.000 Hektare dengan Garis Pantai 42,3 Kilometer
Bintan Resorts mengelola kawasan seluas sekitar 23.000 hektare atau setara sekitar sepertiga luas Singapura. Dari luasan itu, sekitar 19.000 hektare telah dikembangkan dengan garis pantai mencapai kurang lebih 42,3 kilometer.
Cakupan kawasan sebesar itu membuat pengelolaan lingkungan bergantung pada kolaborasi perusahaan, hotel operator, masyarakat, dan berbagai pihak yang beraktivitas di dalamnya.
Bakau hingga Konservasi Penyu Hijau
Selain pengelolaan sampah lewat bank sampah, Bintan Resorts menjalankan sejumlah program lingkungan lain. Penanaman bibit bakau dilakukan untuk menjaga garis pantai dan mendukung habitat laut.
Program konservasi penyu hijau juga berjalan melalui pengumpulan dan pemantauan inkubasi telur hingga pelepasan tukik ke laut setelah menetas. Rangkaian program itu menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kawasan wisata sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kelestarian destinasi adalah tanggung jawab bersama.