NATUNA — Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Natuna, Ira Triwahyuni, menyatakan pembinaan berkelanjutan diperlukan agar fasilitas kesehatan dapat memberikan pelayanan yang efektif, optimal, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Kegiatan Coaching dan Mentoring FKTP Tahun 2026 menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan fasilitas kesehatan dalam melayani peserta JKN.
"Melalui kegiatan coaching dan mentoring ini, kami berharap fasilitas kesehatan tingkat pertama dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta JKN," kata Ira kepada wartawan harianmetropolitan, Jumat, 16 Oktober 2026.
Mengapa FKTP Menjadi Kunci Layanan JKN
FKTP berperan sebagai pintu pertama pelayanan kesehatan bagi peserta JKN. Peningkatan mutu layanan serta penguatan koordinasi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
Koordinasi yang baik diharapkan meningkatkan kepuasan peserta sekaligus menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Natuna.
Kendala di Lapangan Dibahas Bersama
Melalui kegiatan pendampingan ini, BPJS Kesehatan membahas berbagai aspek penyelenggaraan pelayanan kesehatan di FKTP. Pembahasan tersebut diharapkan membantu mengidentifikasi kendala yang dihadapi fasilitas kesehatan sekaligus mencari solusi bersama.
Sinergi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan disebut Ira sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program JKN. Tanpa koordinasi yang rapi, pelayanan kepada peserta berisiko terhambat.
Target: Layanan Sesuai Kebutuhan Warga
Melalui Coaching dan Mentoring FKTP Tahun 2026, BPJS Kesehatan Kabupaten Natuna berharap fasilitas kesehatan tingkat pertama semakin optimal menjalankan perannya. Masyarakat diharapkan dapat mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai kebutuhan.
Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya menjaga mutu layanan JKN di wilayah kepulauan, di mana akses fasilitas kesehatan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi warga.