BATAM — Peninjauan dilakukan bersama Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Bambang Herqutanto dan sejumlah pejabat terkait. Rombongan memeriksa kondisi dan kontur lahan, akses jalan, kesiapan infrastruktur pendukung, hingga rencana zonasi pembangunan markas, perkantoran, dan fasilitas penunjang lainnya.
Mengapa Kawasan Tembesi Dipilih
Mayjen TNI Rionardo menilai kawasan Tembesi punya nilai strategis untuk mendukung pembangunan Makodam XXV/SMR. Letaknya dinilai menopang operasional satuan di wilayah Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
"Lokasi di Tembesi ini sangat strategis. Pembangunan Makodam akan kita laksanakan secara bertahap, dimulai dari pematangan lahan hingga pembangunan satuan-satuan pendukung, agar Kodam XXV/SMR dapat segera operasional secara efektif dan profesional dalam melayani rakyat dan menjaga kedaulatan," tegas Rionardo dalam peninjauan tersebut.
Tahapan Pembangunan: dari Pematangan Lahan ke Satuan Pendukung
Pangdam menyebut pembangunan tidak dilakukan sekaligus. Prioritas pertama adalah pematangan lahan, sebelum berlanjut ke pembangunan fasilitas dan satuan pendukung. Skema bertahap dipilih agar Kodam XXV/SMR bisa segera beroperasi secara efektif tanpa menunggu seluruh infrastruktur rampung.
Kodam XXV/SMR tercatat sebagai salah satu Kodam termuda di jajaran TNI Angkatan Darat. Kebutuhan pangkalan utama menjadi konsekuensi dari pembentukan komando wilayah baru tersebut.
Sinergi TNI, Pemda, dan BP Batam Jadi Kunci
Rionardo menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, BP Batam, dan seluruh elemen masyarakat Kepulauan Riau. Dukungan lintas lembaga dinilai menentukan percepatan pembangunan Makodam di Tembesi.
Belum ada keterangan resmi soal nilai anggaran maupun target waktu penyelesaian proyek. Peninjauan lokasi menjadi penanda awal persiapan pangkalan utama Kodam XXV/SMR di Kota Batam.