Pencarian

Harga Emas Berpotensi Turun Akibat Penyeimbangan Ulang Indeks BCOM

Minggu, 11 Januari 2026 • 06:47:09 WIB
Harga Emas Berpotensi Turun Akibat Penyeimbangan Ulang Indeks BCOM
Proses rebalancing indeks BCOM dijadwalkan berlangsung pada 9–15 Januari 2026.

Jakarta – Harga emas berpotensi menghadapi tekanan jangka pendek pada pekan depan seiring proses penyeimbangan ulang (rebalancing) Bloomberg Commodity Index (BCOM) yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026.

Analis Deutsche Bank, Michael Hsueh, mengatakan emas dan perak termasuk komoditas yang berpeluang terdampak negatif dari rebalancing indeks tersebut.

“Emas dan perak termasuk di antara komoditas yang kemungkinan akan terpengaruh secara negatif oleh penyeimbangan ulang indeks BCOM selama bulan Januari, selain aluminium. Sementara itu, kakao, minyak mentah, gas alam, dan minyak gas berpotensi terdampak positif,” ujar Hsueh, dikutip dari Investing.com, Minggu (11/1/2026).

Proses penyeimbangan ulang indeks BCOM dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni pada 9–15 Januari 2026. Penyesuaian ini dipicu oleh penurunan signifikan bobot emas dalam indeks, menyusul aturan BCOM yang membatasi eksposur terhadap satu komoditas tunggal demi menjaga diversifikasi.

Bobot target emas dalam indeks BCOM akan turun menjadi 14,9 persen dari sebelumnya 20,4 persen. Aturan BCOM menetapkan bahwa tidak ada satu komoditas pun yang boleh memiliki bobot lebih dari 15 persen dalam indeks.

Hsueh memperkirakan, penyesuaian tersebut berpotensi memicu penjualan sekitar 2,4 juta ons troy emas selama periode rebalancing. Berdasarkan sensitivitas historis pada produk yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded products), arus tersebut diperkirakan dapat berdampak sekitar 2,5–3,0 persen terhadap harga emas, tergantung periode pengamatan yang digunakan.

Selain emas, perak juga diproyeksikan menghadapi tekanan serupa. Berdasarkan pengukuran arus yang diharapkan dari minat terbuka dan rata-rata volume perdagangan harian, emas dan perak termasuk komoditas dengan potensi pasokan rebalancing terbesar.

Meski demikian, Hsueh mengingatkan bahwa hubungan antara rebalancing indeks dan pergerakan harga tidak selalu konsisten dari tahun ke tahun. Dari lima peristiwa rebalancing terakhir, perubahan bobot yang signifikan umumnya diikuti pergerakan harga searah pada periode 2021 hingga 2024.

Namun, rebalancing pada 2025 menjadi pengecualian, di mana penurunan bobot emas justru disertai dengan kenaikan harga emas di pasar.

Bagikan
Sumber: CNBC

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks