Pencarian

Craftote Tembus Pasar Kanada hingga Jepang, BRI Jadi Kunci UMKM Serat Alam Go Global

Minggu, 31 Mei 2026 • 15:08:01 WIB
Craftote Tembus Pasar Kanada hingga Jepang, BRI Jadi Kunci UMKM Serat Alam Go Global
Craftote sukses menembus pasar ekspor Kanada, Jepang, Australia, dan Inggris dengan produk anyaman serat alam.

KEPULAUAN RIAU — Berkat pendampingan dan akses pembiayaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Craftote yang berlokasi di Tomang, Jakarta Barat, kini tidak lagi hanya menjual kopi dan kerajinan di etalase toko. Produk anyaman eceng gondok, pelepah pisang, purun, bambu, hingga rotan justru menjadi primadona di pasar ekspor.

Pemilik Craftote, Thio Siujinata, mengakui bahwa perjalanan menembus pasar global tidak terjadi dalam semalam. Saat pertama kali membuka usaha pada 2021, jangkauan pemasaran produknya masih sangat terbatas. Ia hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut di lingkungan sekitar dan jaringan pribadi yang sempit.

Dari Meja Kopi ke Panggung Ekspor

Konsep usaha Craftote unik. Mereka memadukan galeri kerajinan dengan kedai kopi. Pengunjung yang datang untuk menikmati kopi bisa langsung melihat dan membeli tas, keranjang, kursi, hingga dekorasi lampu dan dinding yang semuanya berbahan serat alam.

Serat alam dipilih bukan tanpa alasan. Eceng gondok, pelepah pisang, dan rotan dikenal mampu terdekomposisi secara alami tanpa merusak air, udara, atau tanah. Nilai ramah lingkungan inilah yang menjadi daya tarik utama bagi pembeli di Kanada, Australia, Jepang, dan Inggris.

Peran BRI di Balik Tembusnya Pasar Empat Negara

Thio mengatakan, dukungan permodalan dan pelatihan dari BRI menjadi faktor krusial. Dengan bantuan tersebut, Craftote bisa meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas kemasan, dan mengurus dokumen ekspor yang selama ini menjadi momok bagi UMKM.

"Kami dibantu dari sisi pembiayaan dan juga pendampingan pemasaran. Tanpa itu, mungkin kami masih berkutat di pasar lokal," ujar Thio.

BRI sendiri memang gencar mendorong UMKM naik kelas melalui program pemberdayaan yang tidak hanya fokus pada kredit, tetapi juga pada pengembangan kapasitas usaha. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan kontribusi ekspor UMKM terhadap total ekspor nasional.

Dampak ke Pengrajin Lokal

Keberhasilan Craftote membuka peluang baru bagi para perajin dan petani serat alam di berbagai daerah. Pasokan eceng gondok dan purun yang sebelumnya hanya dijual murah kini memiliki nilai jual lebih tinggi karena diolah menjadi produk siap ekspor.

Thio berharap, pencapaian ini bisa menjadi inspirasi bagi UMKM lain. "Kuncinya konsisten dan berani mencoba. Dengan dukungan perbankan, produk lokal bisa bersaing di level global," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks