KEPULAUAN RIAU — Pemerintah tengah menggenjot penyaluran pembiayaan perumahan bersubsidi di tengah target Program 3 Juta Rumah. Selain menaikkan kuota FLPP, pemerintah juga menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan plafon dukungan dana mencapai Rp130 triliun dan bunga 5 persen.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyatakan penguatan pembiayaan ini bertujuan memperluas akses kepemilikan rumah bagi kelompok MBR. "Program perumahan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Dan hari ini kita melihat kolaborasi tersebut berjalan nyata," ujarnya saat pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2026).
Dari Mana Dana Tambahan FLPP Berasal?
Kebijakan ini merupakan efek lanjutan dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan rasio GWM dari 5 persen menjadi 4 persen. Pelonggaran tersebut diperkirakan menambah likuiditas perbankan sekitar Rp80 triliun, yang kemudian dialokasikan untuk memperbesar kapasitas penyaluran KPR FLPP.
Selain FLPP, pemerintah mendorong KUR Perumahan sebagai instrumen alternatif. Skema ini menyasar masyarakat yang membutuhkan pembiayaan dengan bunga lebih ringan dibandingkan KPR komersial konvensional.
Realisasi Akad KPR Subsidi per 30 Juli 2026
Pemerintah mencatat progres penyaluran telah berjalan. Pada 30 Juli 2026, akad massal KPR subsidi digelar serentak di 36 provinsi dan 372 kabupaten/kota. Sebanyak 62.710 unit KPR subsidi berhasil diakadkan pada momentum tersebut.
Pada waktu yang sama, akad KUR Perumahan terealisasi mencapai Rp880 miliar yang dinikmati 7.100 debitur. Data ini menjadi indikator awal serapan program di tingkat lapangan.
Pasokan Rumah di Danantara Housing Expo 2026
Pameran yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026 ini diikuti lebih dari 130 pengembang, baik BUMN Karya maupun swasta. Total pasokan hunian yang ditawarkan mencapai 100.000 hingga 120.000 unit, mencakup rumah tapak, apartemen, rumah subsidi, hingga rumah susun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan pameran ini dirancang untuk mempertemukan masyarakat dengan pilihan hunian dan skema pembiayaan dalam satu lokasi. "Danantara Housing Expo 2026 memberikan skema pembiayaan yang kompetitif dan terjangkau serta akses yang lebih mudah untuk masyarakat dalam mewujudkan rumah impian," katanya.
Siapa yang Berhak Mendapatkan KPR Subsidi?
Program ini secara khusus dialokasikan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pengunjung pameran dapat langsung berkonsultasi mengenai legalitas unit, membandingkan skema pembiayaan dari perbankan, serta mengajukan KPR di lokasi.
Maruarar menambahkan, keberadaan ekosistem perumahan dalam satu tempat memudahkan masyarakat mengambil keputusan. "Kita ingin kegiatan ini mendorong transaksi nyata, mempercepat penyerapan hunian, menggerakkan industri perumahan, serta menciptakan multiplier effect bagi perekonomian dan lapangan kerja," tuturnya.
Informasi lengkap mengenai syarat, dokumen, dan simulasi kredit dapat diperoleh langsung dari booth perbankan yang berpartisipasi dalam pameran. Waspadai pihak yang menjanjikan kelolosan KPR dengan imbalan sejumlah uang, karena proses pengajuan tidak dipungut biaya di luar ketentuan resmi perbankan.