Pencarian

797 Tewas, 3.048 Hilang Akibat Bencana Gletser Nepal-China

Senin, 31 Agustus 2026 • 11:03:01 WIB
797 Tewas, 3.048 Hilang Akibat Bencana Gletser Nepal-China
Tim gabungan Nepal dan China memusatkan operasi pencarian di kompleks Upper Trishuli, salah satu proyek PLTA terbesar di Nepal, untuk menjangkau sekitar 350 orang yang diduga terjebak di dalam terowongan.

KEPULAUAN RIAU — Bencana yang terjadi pada Rabu (26/8) itu menghantam lembah dan aliran sungai di Gyirong County, Tibet, serta sejumlah distrik di Nepal. Material berupa es, batu, dan lumpur mengubur pemukiman dan merusak infrastruktur vital, termasuk lima proyek pembangkit listrik tenaga air yang dikerjakan di sepanjang aliran sungai.

Fokus Penyelamatan di Terowongan Proyek PLTA

Tim gabungan Nepal dan China memusatkan operasi pencarian di kompleks Upper Trishuli, salah satu proyek PLTA terbesar di Nepal. Sekitar 350 orang diduga masih terjebak di dalam terowongan proyek tersebut ketika banjir bandang menerjang.

Militer Nepal telah menerbangkan alat berat ke lokasi pada Minggu. Tim penyelamat berhasil mencapai pintu masuk terowongan dan mulai membersihkan material longsor yang menutupi akses. Petugas berencana menurunkan tim berbekal oksigen dan kamera untuk memetakan kondisi di dalam.

Kepala badan penanggulangan bencana Nepal, Dharam Raj Uprety, menyebut upaya penyelamatan berjalan sangat lambat karena ketebalan material longsor. "Operasi penyelamatan menghadapi kondisi yang sangat berat karena material longsoran menutup banyak akses," ujarnya, Minggu (30/8).

Ratusan WNA Ikut Hilang

Daftar korban hilang tidak hanya mencakup warga Nepal dan China. Otoritas Nepal melaporkan ratusan warga asing belum dapat dihubungi, sementara China mencatat 261 warga asing dari 23 negara ikut hilang di Gyirong County.

Palang Merah memperkirakan lebih dari 90.000 orang terdampak langsung oleh bencana ini. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan akses listrik setelah jaringan transmisi PLTA putus diterjang material longsor.

Pemerintah Nepal Minta Bantuan Logistik dan Forensik

Nepal telah mengerahkan sekitar 10.000 personel militer, dibantu tim khusus dari China dan India. Namun, keterbatasan alat membuat pemerintah meminta bantuan internasional untuk kebutuhan spesifik, seperti operasi penyelamatan di dalam terowongan, pengujian DNA, fasilitas penyimpanan jenazah berpendingin, serta identifikasi forensik.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyebut bencana ini sebagai salah satu bencana lintas batas paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Nepal pada Sabtu (29/8), Wang menekankan operasi penyelamatan menghadapi "tingkat kesulitan dan kompleksitas yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Operasi penyelamatan terus berlanjut meski cuaca buruk menghambat penerbangan helikopter. Kekhawatiran terbesar tim penyelamat saat ini adalah kenaikan permukaan air sungai yang dapat memicu banjir susulan di area pemukiman yang lebih rendah. Bencana gletser ini menjadi pengingat kerentanan infrastruktur energi di kawasan Himalaya yang semakin tertekan oleh perubahan iklim cepat.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks