BINTAN — Sinergi antara organisasi mahasiswa dan fasilitas kesehatan publik menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan bagi puluhan mahasiswa baru di area kampus. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pra-PBAK yang berlangsung di STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Jumat (28/8/2026).
Inisiatif ini lahir dari kepanitiaan yang menilai bahwa kesiapan akademik saja tidak cukup. Kondisi jasmani yang prima dinilai menjadi fondasi utama agar mahasiswa mampu mengikuti proses belajar dan kegiatan organisasi di lingkungan kampus.
Skrining Awal untuk Deteksi Dini Kondisi Tubuh
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tensi darah, berat badan, hingga konsultasi singkat dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Melayu Kota Piring. Pemeriksaan ini dilakukan di sela-sela sesi pengenalan lingkungan kampus, sehingga tidak mengganggu agenda utama Pra-PBAK.
Ketua DEMA STAIN Kepri yang juga bagian dari kepanitiaan PBAK 2026, Maysita Anggraini, menegaskan pentingnya kesadaran menjaga kesehatan sejak dini bagi calon civitas akademika. "Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan baik dan mulai membangun kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak awal menjadi bagian dari civitas akademika STAIN Kepri," ujarnya.
Menurut Maysita, selama ini mahasiswa baru lebih fokus pada persiapan akademik. Padahal, daya tahan tubuh sangat berpengaruh terhadap kemampuan mereka menyerap materi perkuliahan dan berpartisipasi dalam kegiatan di luar kelas yang kerap menguras energi.
Kesehatan Jadi Modal Utama Beraktivitas di Kampus
Wakil Ketua III STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau sekaligus Ketua Panitia PBAK 2026, Aris Bintani, mengapresiasi kolaborasi yang diinisiasi GenBI STAIN Kepri bersama Puskesmas tersebut. Ia menilai pembekalan mahasiswa baru tidak cukup hanya dengan pengenalan aturan dan organisasi, melainkan juga harus menyentuh aspek fisik.
"Mahasiswa baru merupakan bagian dari keluarga besar STAIN Kepri. Karena itu, sejak awal mereka perlu dibekali dengan berbagai hal yang mendukung proses perkuliahan, termasuk kesadaran untuk menjaga kesehatan," kata Aris.
Ia berharap kegiatan ini menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk membangun kebiasaan positif. Aris menambahkan, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai ilmu di ruang kelas, tetapi juga diharapkan memiliki kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.