Pencarian

Panduan Melindungi Bayi & Balita dari Kabut Asap: Masker Anak, ASI, dan Tanda Bahaya

Rabu, 02 September 2026 • 21:26:31 WIB
Panduan Melindungi Bayi & Balita dari Kabut Asap: Masker Anak, ASI, dan Tanda Bahaya
Petugas membagikan masker khusus anak kepada warga di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (2/9/2026).

KEPULAUAN RIAU — Bencana kabut asap akibat kebakaran lahan yang melanda Kalimantan Barat membuat para orang tua khawatir. Pasalnya, kualitas udara yang memburuk sangat berisiko bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita.

Menanggapi situasi ini, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Barat bergerak membagikan masker khusus anak di beberapa titik di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya pada Rabu, 2 September 2026. Namun, pembagian masker hanyalah salah satu langkah awal. Ada protokol penting yang perlu diterapkan di rumah.

Langkah Utama Menjaga Si Kecil di Rumah

Ketua AIMI Kalbar, drg. Rizky Pontiviana Akbari, atau yang akrab disapa Ponti, menegaskan bahwa langkah pertama adalah membatasi aktivitas di luar rumah. Anak-anak sebaiknya tetap berada di dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang lebih bersih.

Jika memungkinkan, tutup semua celah pintu dan jendela yang menjadi jalur masuknya asap. "Untuk para ayah, mohon tidak merokok di dalam rumah agar kualitas udara tidak semakin buruk bagi buah hati," imbaunya. Ini juga waktu yang tepat untuk memastikan alat pembersih udara (purifier) berfungsi optimal jika tersedia.

Apakah Bayi Boleh Pakai Masker? Ini Kata Dokter

Banyak orang tua langsung memakaikan masker pada bayinya saat kualitas udara memburuk. Padahal, tindakan ini justru tidak disarankan dan bisa berbahaya.

"Jangan memakaikan masker sembarangan kepada bayi. Mereka belum paham cara bernapas yang benar sehingga masker malah bisa membuatnya sesak," jelas Ponti. Untuk bayi, cara paling efektif adalah menjauhkannya dari paparan asap langsung.

Sebagai pengganti masker, proteksi terbaik adalah pemberian ASI yang tetap dilanjutkan. "Bagi ibu yang masih menyusui, teruslah berikan ASI. Pastikan juga sang ibu cukup makan, minum, dan beristirahat agar produksi ASI tetap lancar," tambahnya mengutip rekomendasi IDAI.

Waspadai Tanda Bahaya pada Saluran Pernapasan Anak

Meski sudah berada di dalam rumah, orang tua tetap harus memantau kondisi kesehatan anak secara berkala. Perhatikan setiap perubahan pada saluran pernapasan si kecil.

Segera cari pertolongan medis apabila anak menunjukkan gejala seperti batuk yang disertai demam tinggi. "Jika anak mengalami kesulitan bernapas, napas berbunyi, atau terlihat sangat lemas, jangan tunda untuk membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat," tegas Ponti. Penanganan dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Selain di Pontianak dan Kubu Raya, AIMI juga akan melanjutkan aksi edukasi dan pembagian masker di Kabupaten Sanggau. Hingga saat ini, hampir ratusan masker anak telah dibagikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan generasi penerus di tengah bencana yang belum juga berlalu. Semoga situasi ini segera membaik agar anak-anak bisa kembali beraktivitas dengan aman di luar rumah. ***(Z-10)

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks