TANJUNGPINANG — Capaian itu berdasarkan data terbaru Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kepri. Skor tersebut mengukur tiga dimensi utama, yaitu toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antarumat beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Tiga Indikator Utama Pendorong Skor Tinggi
Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepri, Dr Lamidi, menyebut empat indikator utama turut mendorong tingginya angka kerukunan di daerah ini. Pertama, komitmen kebangsaan yang kuat terhadap Pancasila dan UUD 1945.
Kedua, sikap toleransi yang diwujudkan dengan menghargai keyakinan umat lain. Ketiga, penolakan terhadap cara-cara ekstrem dalam menyelesaikan masalah. Keempat, sikap akomodatif warga terhadap kebudayaan dengan menjaga tradisi lokal yang selaras dengan ajaran agama.
Angka Potensi Radikalisme Justru Menurun
“Angka ini mencerminkan tingginya tingkat toleransi dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang beragam di Kepulauan Riau,” ujar Lamidi dalam keterangannya di Tanjungpinang, baru-baru ini.
Survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga mencatat tren positif lainnya. Indeks Potensi Radikalisme Kepri pada tahun ini berada di angka 13,1, turun dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 13,7.
FKPT: Stabilitas Daerah Kunci Keberhasilan Pembangunan
Lamidi menambahkan, FKPT terus bersinergi dengan berbagai pihak melalui sejumlah program untuk menjaga Kepri tetap aman dan bebas dari radikalisme. Menurutnya, situasi yang stabil dan kondusif menjadi prasyarat utama bagi kesuksesan program pembangunan pemerintah.
“Suksesnya program pembangunan pemerintah memerlukan situasi yang stabil dan daerah yang kondusif,” tutup Lamidi.