KEPULAUAN RIAU — Jakarta — Sinyal kedatangan motor baru Honda di Indonesia semakin kuat. Undangan dari PT AHM telah diterima redaksi, sementara nama Ryden 160 sudah tercatat di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum. Permohonan paten merek diajukan pada 11 Juni 2026 dan dipublikasikan enam hari kemudian, masuk dalam Kelas 12 yang mencakup sepeda motor dan komponennya.
Desain Industri Honda Jepang Jadi Petunjuk Utama
Bukan hanya nama baru yang terendus. Dokumen desain industri dari Honda Motor Co., Ltd. yang didaftarkan di DJKI juga memperlihatkan siluet yang nyaris identik dengan Honda Air Blade 2026. Gambar paten tersebut sudah diumumkan lebih dulu pada 13 April 2026. Dari sini, publik menduga Ryden 160 adalah nama lokal untuk Air Blade 160 yang akan dirakit di dalam negeri.
Namun, pihak AHM masih bungkam. “Kita lihat bersama nanti pas hari H ya,” ujar Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication PT AHM, kepada Kompas.com, Senin (22/6/2026).
Bobot 113 Kg, Lebih Ringan dari Vario 160
Jika benar Ryden 160 mengadopsi spek Air Blade, maka motor ini hadir dengan keunggulan bobot. Berbeda dengan Vario 160 yang menggunakan rangka eSAF, Air Blade memakai rangka baja tubular konvensional yang justru lebih ringan. Bobot total hanya 113 kilogram, atau sekitar 4 kg lebih enteng dari Vario 160. Desainnya tetap ramping dan cocok untuk harian.
Skutik ini menggendong mesin eSP+ 4 katup, satu silinder, berpendingin cairan. Tenaga puncak mencapai 11,2 kW atau sekitar 15 Tk pada 8.000 rpm, dengan torsi maksimum 14,8 Nm pada 6.000 rpm. Angka torsi ini lebih besar dari Vario 160 yang 13,8 Nm, sehingga akselerasi putaran bawah hingga menengah diprediksi lebih responsif.
Tanpa Dek Rata, Rem Tromol di Belakang
Dari segi dimensi, Air Blade 160 mengusung roda 14 inci dengan ban depan 90/80 dan belakang 100/80. Tangki bahan bakar berkapasitas 4,4 liter. Namun ada satu yang menarik: skutik ini masih menggunakan rem tromol di roda belakang, berbeda dengan Vario 160 dan PCX 160 yang sudah cakram. Desainnya juga tanpa dek rata, khas skutik sporty yang mengutamakan postur.
Bagasi diklaim luas, dan sokbreker belakang sudah ganda. Kombinasi ini membuat Ryden 160 layak menjadi penantang serius di segmen yang selama ini didominasi Yamaha Aerox, termasuk varian Turbo dan YECVT.
Penantang Baru di Segmen Skutik Sporty 150 cc
Selama ini Yamaha Aerox relatif bermain sendirian di ceruk skutik sporty 150 cc. Kehadiran Ryden 160 dengan mesin 160 cc, bobot ringan, dan desain agresif bisa mengubah peta persaingan. Jika harga yang ditawarkan kompetitif, bukan tidak mungkin motor ini langsung menjadi primadona baru di kelasnya.
Publik tinggal menunggu apakah tebakan ini tepat, atau Honda justru menyiapkan kejutan lain. Peluncuran dijadwalkan pekan ini.