TANJUNGPINANG — Kegagalan keberangkatan kontingen Pesparawi Kepulauan Riau ke Manokwari dipicu oleh tiket pesawat yang ternyata tidak bisa digunakan. Rombongan yang sudah menjalani gladi bersih di Gedung Aisyah, Tanjungpinang pada 24 Mei 2026, baru mengetahui masalah ini pada 20 Juni 2026, hanya beberapa hari sebelum jadwal terbang.
Kronologi Tiket: Dari Penyerahan Langsung hingga Dinyatakan Tak Valid
Panitia menyerahkan tiket penerbangan secara langsung kepada kontingen saat acara uji coba di Tanjungpinang. Pada 16 Juni 2026, rombongan mengikuti acara pelepasan resmi di Batam yang dihadiri Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat.
"Seluruh persiapan sudah dilakukan jauh sebelum keberangkatan," kata Ria Ukur Rindu Tondang. Empat hari kemudian, muncul informasi bahwa tiket yang diterima kontingen bermasalah, sehingga dikhawatirkan keberangkatan akan batal.
Peserta Terlantar di Tiga Terminal Bandara Soetta
Hingga 24 Juni, tidak ada pemberitahuan resmi agar rombongan menghentikan perjalanan. Mereka tetap berangkat ke Bandara Hang Nadim Batam untuk memastikan status tiket, dan mendapati tiket tersebut memang tidak dapat digunakan.
"Di bandara kami bertemu beberapa pengurus LPPD Provinsi dan kontingen lain yang sudah memperoleh tiket pengganti dan berangkat lebih dahulu. Sementara kami justru tertinggal," jelas Ria. Pada 25 Juni, rombongan mengenakan seragam resmi dan akhirnya mendapat tiket menuju Jakarta.
Setiba di Bandara Soekarno-Hatta, rombongan dipindahkan dari Terminal 1C ke Terminal 1B, lalu ke Terminal 2, dan akhirnya ke Terminal 3. Sesampai di Terminal 3, mereka kembali menerima kabar tiket lanjutan ke Manokwari masih berstatus booking dan belum diterbitkan.
Tangis dan Nyanyian di Tengah Kekecewaan
Kondisi itu membuat seluruh peserta menangis, kecewa, bahkan emosional. Ria mengaku tidak mampu lagi menenangkan semuanya. Para peserta kemudian mengunggah kondisi yang mereka alami ke media sosial, termasuk video mereka bernyanyi lagu rohani di Bandara Soekarno-Hatta yang langsung viral.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak maskapai maupun panitia nasional Pesparawi mengenai penyebab tiket tidak valid dan status keberangkatan kontingen Kepri selanjutnya.