NATUNA — Kepala Fuel Terminal Pertamina Natuna, Pranoto, kembali menegaskan bahwa pasokan Biosolar di Fuel Terminal Natuna dalam kondisi aman. Penegasan ini disampaikan menyusul keluhan masyarakat terkait kosongnya Biosolar di beberapa SPBU di Kecamatan Ranai pekan lalu.
Menurut Pranoto, kekosongan di SPBU tidak serta-merta menunjukkan adanya gangguan pasokan dari terminal. Ia menjelaskan, setiap SPBU memiliki kuota penyaluran bulanan yang harus dikelola sendiri oleh pengelolanya.
“Misalnya satu SPBU mendapat kuota 30 kiloliter. Kuota itu harus diatur penggunaannya. Kalau dalam beberapa hari permintaan meningkat dan pembelian lebih banyak dari biasanya, stok di SPBU bisa lebih cepat habis,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).
Pengelola SPBU Diminta Atur Kuota, Pelansir Jadi Sorotan
Pranoto menerangkan, selama kuota bulanan SPBU masih tersedia, pengelola dapat kembali mengambil pasokan dari Fuel Terminal. Namun, apabila alokasi telah habis lebih cepat akibat tingginya penyaluran, SPBU berpotensi kosong hingga periode kuota berikutnya.
Ia juga menyoroti praktik pelansir yang berpotensi mempercepat habisnya stok BBM subsidi. “Kalau ada pelansir yang membeli berulang-ulang, tentu stok bisa lebih cepat habis. Karena itu perlu pengawasan bersama,” katanya.
Menurut data Pertamina, pelayanan pengisian Biosolar di SPBU yang sempat kosong telah kembali berjalan sejak Minggu lalu. “Dari hari Minggu sudah ada pelayanan. Senin ada, dan hari ini juga masih ada,” ujar Pranoto.
Pengawasan BBM Subsidi Bukan Hanya Tanggung Jawab Pertamina
Pranoto menegaskan, pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi merupakan tanggung jawab bersama. Ia menyebutkan, selain Pertamina, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pengelola SPBU, hingga masyarakat dan konsumen harus turut serta mengawasi.
“Kalau memang ada indikasi pelanggaran, pengawasannya menjadi tanggung jawab bersama. Dari Pertamina sendiri ada mekanisme pembinaan dan sanksi internal apabila terbukti terjadi pelanggaran,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, media ini belum memperoleh keterangan dari pihak pengelola SPBU terkait penyebab sempat kosongnya Biosolar. Konfirmasi akan dilakukan pada kesempatan berikutnya untuk melengkapi informasi agar pemberitaan tersaji secara utuh dan berimbang.