Pencarian

Risiko Kebakaran di TPA Sarimukti Meningkat saat Kemarau, DLH Jabar Gelar Penataan Timbunan Sampah

Kamis, 09 Juli 2026 • 10:43:31 WIB
Risiko Kebakaran di TPA Sarimukti Meningkat saat Kemarau, DLH Jabar Gelar Penataan Timbunan Sampah
Penataan ulang timbunan sampah di TPA Sarimukti dilakukan untuk mengurangi akumulasi gas metana.

KEPULAUAN RIAU — Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional Jawa Barat, Arief Perdana, menyatakan penataan ulang timbunan sampah merupakan langkah utama yang sudah dianggarkan tahun ini. Proses perataan dilakukan agar gas metana dari sampah organik tidak terakumulasi di satu titik.

"Tumpukan itu ditata supaya gas metana lebih tersebar merata. Jadi, alat berat kami tambah untuk menata timbunan dan mengurangi tumpukan," kata Arief di Bandung Barat, Rabu (8/7/2026), dikutip dari Antara.

Gas Metana dan Sumber Pemantik Jadi Ancaman Ganda

Kandungan gas metana dari sampah organik disebut menjadi faktor utama peningkatan risiko kebakaran saat suhu udara naik. Gas ini terbentuk dari proses pembusukan dan cenderung bergerak ke permukaan timbunan.

Meski pengukuran gas metana di zona perluasan belum dilakukan secara rinci, volume sampah organik yang terus bertambah dinilai cukup untuk meningkatkan suhu internal tumpukan. Sumber pemantik seperti puntung rokok, api terbuka, hingga pecahan kaca yang memantulkan sinar matahari ikut memperbesar potensi kebakaran.

Fasilitas Pemadam dan Simulasi Penanganan Disiapkan

DLH Jawa Barat tidak hanya mengandalkan penataan timbunan. Pengelola telah menyediakan hidran serta alat pemadam api ringan dan berat di area TPA.

"Sudah ada hidran dan alat pemadam api, baik yang berat maupun ringan, sehingga kami siap melakukan penanganan jika terjadi kebakaran," ujar Arief.

Koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat diperkuat melalui simulasi penanganan kebakaran dan latihan bersama. Penyuluhan kepada pemulung dan pengemudi truk juga digelar untuk meningkatkan kewaspadaan di lokasi landfill.

Kebakaran 2023 Jadi Pelajaran Berharga

TPA Sarimukti pernah mengalami kebakaran besar pada Agustus 2023 di zona lama yang sudah tidak beroperasi. Peristiwa itu memicu status tanggap darurat hingga September 2023.

Kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang membesar akibat tingginya kandungan gas metana dalam timbunan sampah. Pengalaman tersebut mendorong DLH Jawa Barat memperketat pengawasan dan sistem mitigasi menjelang puncak musim kemarau.

Dengan langkah-langkah tersebut, pengelola berharap kejadian serupa tidak terulang, terutama saat suhu ekstrem pada 2026 diprakirakan mencapai level rawan.

Bagikan
Sumber: bandung.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks