Pencarian

Efisiensi Logistik Batam: Layanan Direct Call TPK BTP Pangkas Waktu Kirim ke Shanghai Jadi 7 Hari, Biaya Turun 35 Persen

Jumat, 10 Juli 2026 • 19:14:16 WIB
Efisiensi Logistik Batam: Layanan Direct Call TPK BTP Pangkas Waktu Kirim ke Shanghai Jadi 7 Hari, Biaya Turun 35 Persen
PT Batam Terminal Petikemas (BTP) tingkatkan layanan direct call dengan 106 kunjungan kapal hingga Mei 2026.

BATAM — Efisiensi rantai pasok ekspor-impor di Kepulauan Riau mulai terasa. PT Batam Terminal Petikemas (BTP) selaku pengelola Terminal Peti Kemas Batu Ampar melaporkan peningkatan signifikan layanan direct call atau pelayaran langsung internasional sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Direktur PT BTP Basori Alwi mengungkapkan, jumlah kunjungan kapal direct call mencapai 106 kali dalam periode tersebut. Angka ini melesat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat 34 kunjungan.

“Kalau dulu rata-rata sekitar 10 call setiap bulan, sekarang sudah mencapai sekitar 18 hingga 20 call per bulan,” kata Basori di Batam, Jumat.

Biaya Logistik Turun Drastis, Waktu Tempuh Terpotong Tiga Hari

Dampak paling langsung dari layanan ini dirasakan pelaku usaha di Batam. Basori mencontohkan pengiriman barang tujuan Shanghai yang sebelumnya harus transit di Singapura memakan waktu hingga 10 hari.

“Sekarang dengan adanya direct call, pengiriman langsung dari Batam ke Shanghai dan sebaliknya hanya sekitar tujuh hari. Ada efisiensi waktu sekitar tiga hari,” ujarnya.

Efisiensi waktu itu berbanding lurus dengan penurunan biaya. Tarif pengiriman satu kontainer ke Shanghai turun dari kisaran 800 dolar AS hingga 1.000 dolar AS menjadi sekitar 650 dolar AS per kontainer.

Kapasitas Terminal Ditingkatkan, 32 Pelabuhan Asia Terkoneksi

Peningkatan layanan ini didorong oleh pengembangan infrastruktur terminal secara masif. Area container yard diperluas dari 3,8 hektare menjadi 12,5 hektare, sehingga daya tampung peti kemas meningkat signifikan.

Pada tahun 2025, perusahaan juga menambah empat unit quay crane dan 10 unit rubber tyred gantry (RTG). Hasilnya, kapasitas penanganan terminal naik dari sekitar 350 ribu TEUs per tahun menjadi sekitar 900 ribu TEUs.

“Sebelumnya terminal hanya mampu menangani sekitar 350 ribu TEUs per tahun, namun setelah pengembangan kapasitas meningkat menjadi sekitar 900 ribu TEUs,” kata Basori.

Selama Januari hingga Mei 2026, Terminal Peti Kemas Batam tercatat menangani arus peti kemas sebanyak 221.183,75 TEUs. Saat ini, layanan pelayaran langsung dari Batam telah terhubung dengan 32 pelabuhan internasional di kawasan Asia.

Tak Lagi Bergantung pada Singapura

Rute pelayaran tersebut mencakup sejumlah pelabuhan di Thailand, Myanmar, Kamboja, India, hingga berbagai pelabuhan utama di China, termasuk Shanghai. Basori menegaskan, dengan konektivitas ini pelaku usaha tidak perlu lagi mengirim barang melalui Singapura.

“Kami sudah menyediakan akses langsung ke berbagai pelabuhan utama di kawasan Asia sehingga pengiriman menjadi lebih cepat dan efisien,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks