TANJUNGPINANG — Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau tahun ini tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga mendorong roda ekonomi daerah. Bazar yang digelar bersamaan dengan acara utama mencatat transaksi mencapai Rp86.289.000 dari sembilan stand yang berpartisipasi.
Stand Tanjungpinang Raih Skor Tertinggi
Kota Tanjungpinang berhasil keluar sebagai juara pertama dalam penilaian stand antarkabupaten/kota. Tim juri memberikan skor 530,5 untuk stand ibu kota provinsi tersebut.
Posisi kedua ditempati Kota Batam dengan skor 524,2, disusul Kabupaten Karimun di peringkat ketiga dengan skor 475,1. Penilaian dilakukan berdasarkan kreativitas dan estetika sesuai tema, materi atau konten yang ditampilkan, kualitas pelayanan, serta kebersihan dan keasrian stand.
Juri dari Akademisi hingga Budayawan Melayu
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany, mengungkapkan tim juri berasal dari unsur akademisi, budayawan Melayu, serta mentor UMKM dan IKM. Komposisi ini memastikan setiap stand dinilai secara menyeluruh sesuai kriteria yang telah ditetapkan.
"Alhamdulillah stand bazar kita meraih juara terbaik tahun ini. Terima kasih kepada tim Dekranasda dan jajaran Disdagin yang telah bekerja sama mempersiapkan stand Kota Tanjungpinang," ujar Riany, Jumat (10/7).
Produk Binaan Dekranasda Jadi Andalan
Menurut Riany, produk yang dipamerkan di stand Tanjungpinang merupakan hasil binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tanjungpinang. Kehadiran bazar ini dinilai menjadi ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku UMKM se-Kepri.
"Hadirnya bazar ini memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk unggulan daerah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan MTQ," jelas Riany.
Penyelenggaraan MTQ XII Tingkat Provinsi Kepri 2026 menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan kegiatan keagamaan dengan penguatan ekonomi lokal, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah tersebut.