KEPULAUAN RIAU — Berdasarkan analisis Reuters terhadap dokumen pengungkapan keuangan Trump selama dua tahun terakhir, presiden dari Partai Republik itu menerima lebih dari USD1,4 miliar pada 2025. Pemasukan tersebut berasal dari berbagai proyek kripto milik keluarganya, termasuk World Liberty Financial dan koin meme Trump.
Strategi Pribadi yang Berseberangan dengan Retorika Publik
Direktur Digital Assets Policy Project di Harvard Kennedy School, Timothy Massad, menyoroti kontradiksi dalam langkah Trump. "Meski Presiden berbicara mengenai aset digital sebagai masa depan sistem keuangan dan menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia, dokumen pengungkapan ini menunjukkan strategi pribadinya adalah memperoleh keuntungan cepat dari kripto, lalu menginvestasikan laba tersebut ke aset tradisional seperti saham dan obligasi," ujarnya dikutip dari Reuters, Selasa (14/7/2026).
Portofolio Saham dan Obligasi Membengkak Empat Kali Lipat
Seiring derasnya pemasukan dari bisnis kripto, portofolio saham dan obligasi Trump meningkat signifikan. Pada akhir 2024, kepemilikan saham dan obligasinya diperkirakan berada di kisaran USD225 juta hingga USD608 juta. Angka itu melonjak menjadi kisaran USD703 juta hingga USD2,6 miliar pada akhir 2025.
Dokumen tersebut hanya mencantumkan kisaran nilai aset sehingga besaran pasti alokasi dana tidak dapat dipastikan. Namun, pola pergerakan dana menunjukkan Trump memilih mengamankan keuntungan di aset yang lebih stabil.
Apa Artinya bagi Pasar Kripto Global
Langkah Trump menjadi sinyal bagi pelaku pasar kripto bahwa bahkan tokoh yang paling vokal mendukung aset digital pun tetap memilih diversifikasi ke instrumen konvensional. Keputusan ini berpotensi memicu kekhawatiran soal likuiditas jangka panjang di pasar kripto, terutama jika investor besar lainnya mengikuti jejak serupa.
Di sisi lain, alokasi dana besar ke saham dan obligasi oleh figur sekelas Trump bisa menjadi katalis positif bagi bursa AS. Dengan nilai portofolio yang mencapai miliaran dolar, pergerakan ini berpotensi mempengaruhi sentimen pasar obligasi korporasi dan saham blue chip.
Konteks bagi Investor Indonesia
Bagi investor Indonesia, langkah Trump mengingatkan pentingnya manajemen risiko di tengah volatilitas aset kripto. Meski pasar kripto domestik terus tumbuh, alokasi ke instrumen tradisional seperti saham dan obligasi tetap menjadi pilihan utama institusi besar. Investor ritel di Indonesia disarankan untuk tidak terjebak pada narasi tanpa melihat strategi diversifikasi yang diterapkan oleh pemain besar global.