Pencarian

KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Selayar, 23 Penumpang Masih Hilang, 46 Selamat

Jumat, 17 Juli 2026 • 11:37:01 WIB
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Selayar, 23 Penumpang Masih Hilang, 46 Selamat
Operasi SAR gabungan terus memperluas penyisiran di perairan Selayar untuk mencari 23 penumpang KM Nurul Salsa yang masih hilang.

JAKARTA — Operasi pencarian terhadap 23 penumpang KM Nurul Salsa yang hilang di Laut Flores terus diperluas. Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengonfirmasi tim SAR gabungan kini memfokuskan penyisiran di sekitar lokasi tenggelam dan area yang dihitung berdasarkan Search and Rescue Planning (Sarmap).

"Pencarian masih berlangsung dengan fokus di sekitar lokasi kejadian dan area yang telah ditentukan," kata Edy di Jakarta, Kamis (16/7).

Kronologi Tenggelam: Mati Mesin di Tengah Laut

KM Nurul Salsa bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada pukul 05.00 WITA. Namun, di tengah perjalanan, kapal mengalami mati mesin di posisi sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar. Tanpa daya dorong, kapal terombang-ambing hingga akhirnya tenggelam.

Dalam penyelamatan awal, KM Harapan Kita berhasil mengevakuasi 41 orang pada Kamis subuh di lokasi sekitar 18 nautical mile dari titik kejadian. Lima korban selamat lainnya dievakuasi kapal nelayan setempat menuju Pulau Polassi.

Data Korban Berubah Drastis, Manifes Awal 50 Orang

Jumlah penumpang yang semula dilaporkan 50 orang ternyata bertambah menjadi 70 orang setelah pendataan ulang oleh Kantor SAR Makassar. Selisih data manifes ini membuat jumlah korban yang belum ditemukan membengkak menjadi 23 orang.

Satu korban meninggal dunia telah teridentifikasi, sementara 46 penumpang lainnya dalam kondisi selamat dan telah mendapatkan penanganan medis.

KRI Marlin 877 dan Nelayan Lokal Dikerahkan

Operasi kemanusiaan ini melibatkan Tim Rescue Basarnas Makassar, TNI AL yang mengerahkan KRI Marlin 877, BPBD Selayar, Syahbandar, Polairud, dan puluhan kapal nelayan lokal. Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz mengatakan prajurit langsung dikerahkan menyusuri perairan selatan Pulau Polassi setelah menerima informasi kecelakaan.

"Setelah kami dapat informasi tentang kapal penumpang KLM Nurul Salsa 01 di Laut Flores, prajurit langsung dikerahkan melakukan penyisiran dari dermaga Mako Kodaeral VI," ujar Andi di Makassar.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 23 penumpang yang belum ditemukan. Kondisi cuaca di perairan Selayar dilaporkan cukup mendukung untuk operasi penyisiran.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks