NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna memutuskan mengubah satu dari tujuh formasi beasiswa dokter spesialis yang semula dialokasikan untuk bidang anak menjadi spesialis neurologi. Keputusan ini diambil Dinas Kesehatan (Dinkes) Natuna setelah formasi dokter spesialis anak tidak diminati satu pun pendaftar.
"Formasi dokter spesialis anak tidak ada peminat, jadi akan kita alihkan ke formasi dokter spesialis neurologi (saraf) untuk mendukung layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi)," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah di Natuna, Selasa.
Enam Formasi Lain Sudah Tutup Pendaftaran
Dari tujuh formasi yang dibuka, enam bidang spesialis lainnya sudah ditutup dan memiliki pendaftar. Enam formasi tersebut meliputi spesialis penyakit dalam, bedah, anestesi, rehabilitasi medik, radiologi, dan ortopedi (tulang).
Dua bidang yang paling banyak peminat adalah spesialis rehabilitasi medik dan radiologi. Masing-masing bidang tercatat memiliki dua orang pendaftar yang lolos verifikasi administrasi. Sementara empat bidang lainnya masing-masing hanya satu pendaftar.
"Tahapan selanjutnya adalah psikotes dan wawancara. Dari total pendaftar sekitar 12 orang," jelas Hikmat.
Anggaran dari APBD Kabupaten dan Provinsi
Pembiayaan pendidikan para dokter spesialis ini terbagi dari dua sumber. Pemkab Natuna mengalokasikan anggaran APBD untuk membiayai tiga dokter spesialis yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membiayai empat formasi lainnya.
Pendaftar untuk formasi yang dibiayai Pemprov Kepri terbuka tidak hanya bagi ASN, tetapi juga lulusan baru atau fresh graduate. Proses seleksi untuk enam formasi yang sudah memiliki pendaftar kini memasuki tahap psikotes dan wawancara.
Formasi dokter spesialis neurologi yang baru dialihkan akan segera dibuka pendaftarannya. Langkah ini diharapkan memperkuat layanan kesehatan di RSUD Natuna, khususnya untuk penanganan penyakit saraf yang selama ini masih menjadi kendala di wilayah kepulauan tersebut.