Pencarian

Target Investasi Kepri 2026 Tembus Rp 86 Triliun, Pemprov Geser Fokus ke Natuna, Anambas, dan Lingga

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:43:01 WIB
Target Investasi Kepri 2026 Tembus Rp 86 Triliun, Pemprov Geser Fokus ke Natuna, Anambas, dan Lingga
Pemprov Kepri memetakan Natuna, Anambas, dan Lingga sebagai wilayah prioritas pemerataan investasi untuk mengejar target Rp 86 triliun pada 2026.

TANJUNGPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tidak lagi menggantungkan pertumbuhan ekonomi semata pada kawasan industri Batam, Bintan, dan Karimun. Wilayah timur Kepri seperti Natuna, Kepulauan Anambas, dan Lingga kini mulai dipetakan sebagai mesin pertumbuhan baru melalui kebijakan pemerataan investasi.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, pemerintah pusat dan daerah telah menyusun arah pengembangan investasi berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah. “Selama ini, pertumbuhan investasi masih terpusat di Batam, Bintan dan Karimun,” kata Nyanyang di Tanjungpinang, Rabu, 26 Agustus 2026.

Natuna dan Anambas Fokus ke Sektor Migas dan Kelautan

Untuk Natuna dan Kepulauan Anambas, investasi akan diarahkan terutama ke sektor minyak dan gas serta kelautan. Penguatan dua sektor ini diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Potensi sumber daya alam di dua kabupaten kepulauan itu selama ini belum tergarap maksimal, padahal cadangan migas dan kekayaan lautnya masuk kategori strategis nasional.

Lingga Andalkan PSN Pertanian dan Pasir Silika

Berbeda dengan Natuna dan Anambas, Kabupaten Lingga diarahkan untuk mengembangkan investasi hilirisasi melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor pertanian dan pengolahan pasir silika. “Untuk PSN di Lingga sedang berproses dan beberapa investor tengah menyelesaikan perizinan,” ujar Nyanyang.

Percepatan proyek berskala besar di Lingga dinilai penting karena dampak ekonominya akan terasa luas bagi masyarakat. Selama ini, wilayah yang berbatasan langsung dengan Laut Natuna itu belum pernah menjadi lokasi investasi besar.

Target Rp 86 Triliun dan Proyek Andalan Baru

Dorongan pemerataan investasi ini makin mendesak setelah pemerintah pusat menetapkan target investasi Kepri pada 2026 sebesar Rp 86 triliun, naik signifikan dari target Rp 57 triliun pada 2025. Capaian investasi Kepri tahun lalu disebut mencapai Rp 78 triliun, melampaui target yang ditetapkan.

Untuk mengejar angka tersebut, Pemprov Kepri tidak hanya mengandalkan masuknya investor baru. Sejumlah proyek strategis juga menjadi perhatian, antara lain pengembangan kawasan ekonomi baru yang dikelola Badan Pengusahaan (BP) Batam, rencana pembangunan industri petrokimia di Bintan, serta pengaktifan Pulau Numbing sebagai pusat pengembangan ekonomi nasional baru.

Hambatan Lahan dan Perizinan Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Meski target dan peta investasi sudah disusun, penyebaran investasi masih menghadapi persoalan klasik yang kerap menghambat realisasi proyek, terutama terkait lahan dan perizinan. “Koordinasi dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, dan instansi terkait harus diperkuat untuk mempercepat penyelesaian masalah lahan dan perizinan,” kata Nyanyang.

Pemerintah berharap penyelesaian hambatan tersebut membuat target investasi tidak berhenti sebagai angka, tetapi benar-benar menghasilkan kegiatan ekonomi dan lapangan kerja di berbagai wilayah Kepri.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gokepri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks