Pencarian

Huzrin Hood Luncurkan Buku 70 Tahun Perjuangan Kepri di Tanjungpinang, Rekam Sejarah Sejak Jadi Bupati 2000–2003

Minggu, 01 November 2026 • 05:46:01 WIB
Huzrin Hood Luncurkan Buku 70 Tahun Perjuangan Kepri di Tanjungpinang, Rekam Sejarah Sejak Jadi Bupati 2000–2003
Peluncuran buku "Ketika Langkah Menjadi Sejarah" karya Huzrin Hood digelar di Balai Adat Seri Indera Sakti, Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG — Buku setebal perjalanan tujuh dekade itu tidak hanya memuat kisah pribadi Huzrin Hood. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri Herry Andrianto menilai buku tersebut sebagai dokumentasi sejarah perjuangan dan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Herry, dalam perspektif kebudayaan, perjalanan hidup dan perjuangan para tokoh daerah merupakan bagian dari memori kolektif yang perlu dijaga, didokumentasikan, serta diwariskan kepada generasi penerus.

"Merawat sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menjaga nilai perjuangan agar tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi masa depan," ujarnya.

Bukan untuk Mengagungkan Diri, tapi Catatan Pembelajaran

Huzrin mengaku sempat merasa haru sekaligus malu ketika mengetahui perjalanan hidupnya akan diabadikan dalam sebuah buku biografi. Ia menegaskan, buku tersebut bukan untuk mengagungkan sosok dirinya.

"Saya bukanlah manusia yang sempurna. Saya pernah benar, tetapi juga pernah salah. Pernah berdiri tegak, tetapi pernah pula jatuh dan harus bangkit kembali," ungkap Huzrin.

Ia berharap buku itu dibaca sebagai rekaman perjalanan dan pembelajaran, bukan sekadar kisah tentang dirinya. "Buku ini janganlah dipandang sebagai sebuah buku untuk mengagungkan seorang Huzrin Hood," katanya.

Makna Judul: Sejarah Juga Ditulis Mereka yang Berani Berdiri

Judul "Ketika Langkah Menjadi Sejarah" dinilai Huzrin punya makna mendalam. Sebuah langkah yang tampak sederhana saat dilakukan, kata dia, bisa memiliki arti besar seiring perjalanan waktu.

"Dalam perjalanan itu, saya belajar bahwa sejarah tidak selalu ditulis oleh mereka yang menang. Sejarah juga ditulis oleh mereka yang berani berdiri ketika keadaan mengharuskannya untuk berdiri," tuturnya.

Semangat perjuangan itu tergambar dalam pesan filosofis di sampul belakang buku, yang mengutip pepatah Melayu tentang keberanian menghadapi ombak. "Selama Allah masih memberi napas, langkah tidak boleh berhenti," demikian pesan Huzrin dalam buku tersebut.

Testimoni Tokoh Nasional hingga Apresiasi DPRD Kepri

Buku tersebut memuat testimoni sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya mantan Kepala Badan Intelijen Negara A.M. Hendropriyono, Ustaz Abdul Somad, mantan Danjen Kopassus Muchdi PR, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dan Guru Besar Universitas Batam Soerya Respationo.

Mantan Gubernur Riau Saleh Djasit serta mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah dan Nurdin Basirun turut memberi testimoni dalam buku itu. Anggota DPRD Kepri asal Tanjungpinang, Bobby Jayanto, menilai buku biografi tersebut sebagai catatan penting tentang pengabdian Huzrin Hood bagi masyarakat dan Provinsi Kepri.

"Semoga buku ini tidak hanya menjadi catatan perjalanan hidup, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus," kata Bobby.

Dirangkaikan dengan Album 14 Lagu

Peluncuran buku di Balai Adat Seri Indera Sakti itu dirangkaikan dengan perilisan album musik bertajuk "The Best of Huzrin Hood" yang berisi 14 lagu. Huzrin menyampaikan terima kasih kepada keluarga, sahabat, para pejuang, tokoh masyarakat, generasi muda, serta semua pihak yang mengambil bagian dalam perjalanan hidupnya dan penerbitan buku tersebut.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: riaukepri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks