Pencarian

Pagar GI PLN Sei Harapan Batam Tak Berubah usai Blackout, Monyet Masih Berkeliaran di Sekitar Trafo

Minggu, 01 November 2026 • 10:47:01 WIB
Pagar GI PLN Sei Harapan Batam Tak Berubah usai Blackout, Monyet Masih Berkeliaran di Sekitar Trafo
Pagar pembatas Gardu Induk PLN 150 kV Sei Harapan di Batam belum menunjukkan perubahan signifikan pascainsiden blackout 12 Oktober 2026.

BATAM — Kondisi pagar pembatas di sekeliling Gardu Induk (GI) PLN Batam 150 kV Sei Harapan, Sekupang, belum menunjukkan peningkatan dibanding sebelum insiden blackout 12 Oktober 2026. Pagar yang mengelilingi kawasan seluas lapangan bola itu rata-rata setinggi 2–2,5 meter. Pepohonan di sekitar pagar juga masih rimbun dan berdekatan langsung dengan area gardu induk.

Pantauan pada Jumat (30/10/2026) tidak menemukan perubahan fisik yang signifikan pada konstruksi pagar maupun area sekitarnya. Kondisi itu memunculkan pertanyaan soal efektivitas pengamanan instalasi tegangan tinggi pascainsiden.

Monyet Masih Terlihat di Sekitar Pagar GI

Menurut keterangan warga sekitar, sejumlah monyet masih berkeliaran di pepohonan sekitar kawasan GI, termasuk di dalam dan luar pagar, setelah peristiwa blackout. Warga mengaku sudah cukup lama melihat monyet memasuki kawasan gardu.

Mereka juga menyebut beberapa kali terdengar suara ledakan dari area gardu sebelum blackout terjadi. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa gangguan satwa bukan peristiwa tunggal di lokasi tersebut.

Bareskrim: Monyet Diduga Naik ke Trafo 1 dan Memicu Korsleting

Bareskrim Polri mengungkap dugaan seekor monyet masuk ke area Trafo 1 dan memicu hubungan arus pendek yang berujung pada pemadaman listrik massal di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang. Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni memaparkan hasil penyelidikan dalam konferensi pers di Gedung Lancang Kuning, Mapolda Kepri, Batam, Selasa (20/10/2026).

Rangkaian kejadian bermula sekitar pukul 06.28 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, petugas piket dan satpam mendengar suara ledakan keras dari Trafo 1. Sekitar delapan menit kemudian, tepatnya pukul 06.36 WIB, gangguan meluas hingga menyebabkan pemadaman listrik massal di Batam dan Bintan.

Tim gabungan Ditipidter Bareskrim Polri, Polda Kepri, dan Laboratorium Forensik Polri melakukan olah tempat kejadian perkara pada 14 Oktober 2026. Petugas menemukan indikasi titik leleh pada bagian bushing 150 kilovolt (kV) di Trafo 1. Di sekitar instalasi itu, petugas menemukan seekor monyet dalam kondisi hidup dengan luka bakar parah.

Lima Tersangka Ditetapkan, Empat dari PLN Batam

Penyidik menetapkan lima tersangka dalam perkara ini, terdiri dari empat petugas PT PLN Batam dan satu orang dari pihak kontraktor. Mereka diduga bertanggung jawab atas pengamanan instalasi listrik tegangan tinggi di gardu induk tersebut.

Empat petugas PLN Batam tersebut berinisial RB selaku manajer, ZRN sebagai asisten manajer, DA dari tim pemeliharaan proteksi, serta AWD yang menjabat sebagai team leader K3L. Satu orang dari pihak kontraktor berinisial AEP turut ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Irhamni, para tersangka diduga memiliki tanggung jawab untuk memastikan prosedur operasional standar atau standard operating procedure (SOP) pengamanan instalasi berjalan sesuai ketentuan. Penyidik turut memeriksa kondisi komponen instalasi dan fungsi sistem proteksi yang seharusnya mendeteksi serta mengisolasi gangguan agar tidak merambat ke jaringan listrik lainnya.

Pertanyaan yang Belum Terjawab soal Standar Pengamanan

Jika gangguan monyet menjadi salah satu pemicu blackout, sistem pengamanan kawasan belum terlihat ditingkatkan. Pertanyaannya, apakah pagar setinggi sekitar 2–2,5 meter tersebut memang sudah sesuai standar teknis pengamanan gardu induk PLN?

Bagaimana hewan liar bisa menembus pagar dan mencapai area peralatan vital apabila sistem pengamanan telah memenuhi standar? Apakah terdapat celah pada konstruksi pagar, pepohonan yang terlalu dekat, atau kelemahan pengamanan lain yang memungkinkan hewan liar masuk?

Kondisi fisik pagar yang belum berubah pascainsiden memunculkan pertanyaan lanjutan: apakah PLN Batam telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan GI agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: batamnow.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks