KEPULAUAN RIAU — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat tren positif kendaraan elektrifikasi di dalam negeri. Selain hybrid yang tumbuh 42,9 persen, penjualan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) melonjak 234,7 persen dan mobil listrik berbasis baterai naik 88,6 persen pada periode yang sama.
“Dengan harga BBM nonsubsidi ikut fluktuasi harga, maka masyarakat juga melihat bahwa penggunaan electric vehicle (EV) itu akan menghemat biaya,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (28/8).
Efisiensi Biaya Jadi Pemicu Utama
Menurut Airlangga, pertimbangan efisiensi biaya menjadi faktor kunci pergeseran preferensi konsumen. Kendaraan listrik dinilai mampu menekan pengeluaran operasional dibanding kendaraan bermesin pembakaran internal, terutama saat harga bahan bakar minyak nonsubsidi bergejolak.
“Maka di semester satu ini peningkatan pertumbuhan daripada kendaraan yang berbasis pada hybrid itu 40 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Dampak bagi Industri Otomotif Nasional
Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan perubahan perilaku konsumen, tetapi juga berdampak pada rantai produksi. Airlangga menilai perkembangan kendaraan hybrid mampu memperkuat industri otomotif nasional karena volume produksi dan investasi komponen ikut terdorong.
“Jadi ini sebuah angka yang sangat baik, berarti masyarakat sudah ada kesadaran untuk menggunakan tenaga listrik,” tuturnya.
B50 Hingga Hidrogen dalam Strategi Dekarbonisasi
Pemerintah tidak berhenti pada insentif kendaraan listrik. Di sektor transportasi, Airlangga menyebutkan pemanfaatan B50 terus diperluas. Pengembangan kendaraan listrik, bahan bakar nabati, dan teknologi hidrogen juga menjadi bagian dari upaya menekan emisi.
Pendekatan ini disesuaikan dengan karakteristik moda dan kebutuhan operasional masing-masing sektor transportasi. Artinya, tidak ada solusi tunggal — pemerintah mendorong adopsi berbagai teknologi rendah emisi secara paralel.
Dengan tren penjualan yang terus membaik, pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia diprediksi semakin kompetitif. Produsen yang merespons cepat dengan harga kompetitif dan infrastruktur pendukung akan memenangkan pasar yang sedang bertumbuh ini.