Pencarian

Penjualan Mobil Hybrid Naik 42,9 Persen, Airlangga: Masyarakat Mulai Sadar EV

Minggu, 30 Agustus 2026 • 00:48:31 WIB
Penjualan Mobil Hybrid Naik 42,9 Persen, Airlangga: Masyarakat Mulai Sadar EV
Penjualan kendaraan hybrid nasional tercatat naik 42,9 persen pada periode yang sama tahun lalu.

KEPULAUAN RIAU — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat tren positif kendaraan elektrifikasi di dalam negeri. Selain hybrid yang tumbuh 42,9 persen, penjualan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) melonjak 234,7 persen dan mobil listrik berbasis baterai naik 88,6 persen pada periode yang sama.

“Dengan harga BBM nonsubsidi ikut fluktuasi harga, maka masyarakat juga melihat bahwa penggunaan electric vehicle (EV) itu akan menghemat biaya,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (28/8).

Efisiensi Biaya Jadi Pemicu Utama

Menurut Airlangga, pertimbangan efisiensi biaya menjadi faktor kunci pergeseran preferensi konsumen. Kendaraan listrik dinilai mampu menekan pengeluaran operasional dibanding kendaraan bermesin pembakaran internal, terutama saat harga bahan bakar minyak nonsubsidi bergejolak.

“Maka di semester satu ini peningkatan pertumbuhan daripada kendaraan yang berbasis pada hybrid itu 40 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Dampak bagi Industri Otomotif Nasional

Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan perubahan perilaku konsumen, tetapi juga berdampak pada rantai produksi. Airlangga menilai perkembangan kendaraan hybrid mampu memperkuat industri otomotif nasional karena volume produksi dan investasi komponen ikut terdorong.

“Jadi ini sebuah angka yang sangat baik, berarti masyarakat sudah ada kesadaran untuk menggunakan tenaga listrik,” tuturnya.

B50 Hingga Hidrogen dalam Strategi Dekarbonisasi

Pemerintah tidak berhenti pada insentif kendaraan listrik. Di sektor transportasi, Airlangga menyebutkan pemanfaatan B50 terus diperluas. Pengembangan kendaraan listrik, bahan bakar nabati, dan teknologi hidrogen juga menjadi bagian dari upaya menekan emisi.

Pendekatan ini disesuaikan dengan karakteristik moda dan kebutuhan operasional masing-masing sektor transportasi. Artinya, tidak ada solusi tunggal — pemerintah mendorong adopsi berbagai teknologi rendah emisi secara paralel.

Dengan tren penjualan yang terus membaik, pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia diprediksi semakin kompetitif. Produsen yang merespons cepat dengan harga kompetitif dan infrastruktur pendukung akan memenangkan pasar yang sedang bertumbuh ini.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks