KEPULAUAN RIAU — Banyak pemilik rumah saat ini merasa cicilan KPR yang dulu ringan kini semakin memberatkan. Kondisi ekonomi yang dinamis, kebutuhan renovasi, biaya pendidikan anak, hingga modal usaha seringkali membuat anggaran bulanan tertekan. Menyadari hal ini, BRI menghadirkan program KPR Take Over yang tidak sekadar memindahkan kredit, tetapi dirancang untuk memberikan skema pembiayaan yang lebih kompetitif dan sesuai kondisi finansial terkini.
Bunga Spesial 3 Persen untuk Segmen Tertentu
Salah satu daya tarik utama program ini adalah penawaran suku bunga yang lebih rendah. BRI menyediakan suku bunga spesial mulai dari 3,00 persen fixed 1 tahun khusus bagi nasabah Layanan Nasabah Prima (LNP), nasabah payroll perusahaan kerja sama BRI, serta nasabah di lingkungan BRI Group.
Selain skema fixed rate, bank pelat merah ini juga menyediakan opsi bunga berjenjang hingga fixed all tenor. Variasi skema ini memungkinkan nasabah memilih pola cicilan yang paling cocok dengan profil risiko dan perencanaan keuangan jangka panjang mereka. Dengan bunga yang lebih ringan, potongan angsuran bulanan pun bisa berkurang signifikan.
Tenor 25 Tahun untuk Arus Kas Lebih Longgar
BRI juga memberikan kelonggaran dari sisi jangka waktu kredit. Program ini menawarkan tenor fleksibel hingga 25 tahun bagi nasabah dengan penghasilan tetap atau fixed income. Penambahan tenor ini bertujuan untuk menurunkan nominal cicilan per bulan, sehingga nasabah memiliki ruang bernapas lebih besar dalam mengelola cash flow rumah tangga.
Dengan kata lain, nasabah tidak perlu lagi mengorbankan pengeluaran pokok hanya untuk membayar cicilan rumah. Pengaturan ulang tenor ini menjadi kunci agar kewajiban bulanan tidak lagi membebani anggaran harian.
BRI menegaskan bahwa program KPR Take Over ini bukanlah sekadar proses administratif pemindahan kredit. Lebih dari itu, inisiatif ini merupakan upaya nyata perseroan untuk membantu nasabah mengevaluasi kembali portofolio utang properti mereka agar lebih sehat dan berkelanjutan. Bagi yang merasa cicilan saat ini sudah tidak ideal, melakukan take over ke BRI bisa menjadi momentum untuk memperbaiki struktur keuangan tanpa harus menjual aset rumah.