Pencarian

Pemkot Tanjungpinang Ajak 300 Kafilah MTQ Kepri City Tour ke Pulau Penyengat, Promosi Wisata Sejarah Melayu

Kamis, 09 Juli 2026 • 23:47:01 WIB
Pemkot Tanjungpinang Ajak 300 Kafilah MTQ Kepri City Tour ke Pulau Penyengat, Promosi Wisata Sejarah Melayu
kafilah MTQ Kepri mengikuti city tour ke Pulau Penyengat dalam rangka promosi wisata sejarah Melayu.

TANJUNGPINANG — Program yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang ini menjadi strategi untuk memperkenalkan potensi wisata kepada peserta MTQ yang datang dari berbagai daerah di Kepri. Pulau Penyengat dipilih karena dinilai sebagai ikon wisata sejarah dan budaya Melayu yang mendunia.

Pulau Penyengat: Desa Wisata Rintisan Terbaik Indonesia

Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kota Tanjungpinang, Salman, mengatakan Pulau Penyengat sudah diakui sebagai desa wisata rintisan terbaik di Indonesia. “Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, dan warisan Melayu yang dimiliki Pulau Penyengat kepada seluruh kafilah,” ujarnya dalam keterangan resmi Pemko Tanjungpinang.

28 Unit Pompong Dikerahkan dalam Tiga Gelombang

Untuk mengangkut rombongan, sebanyak 28 unit pompong disiapkan dari Pelabuhan Kuning menuju Pulau Penyengat. Peserta diberangkatkan dalam tiga gelombang agar perjalanan lebih teratur.

Sesampainya di lokasi, para kafilah disambut dengan pemasangan tanjak dan buket bunga. Mereka kemudian mengikuti walking tour ke sejumlah situs bersejarah, seperti Masjid Sultan Riau, Kompleks Makam Raja Ali Haji dan Engku Putri, serta Balai Adat.

Gurindam, Boria, hingga UMKM Lokal Meriahkan Kunjungan

Tak sekadar berkeliling, peserta juga menikmati pembacaan Gurindam, pertunjukan seni Boria, dan mengunjungi pelaku UMKM lokal. Kegiatan diakhiri dengan salat Zuhur berjemaah di Masjid Raya Pulau Penyengat.

Salah seorang peserta asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Halif Saputra, mengaku kunjungan itu menjadi pengalaman berkesan. “Bagi kami yang baru pertama kali datang ke Pulau Penyengat, kegiatan ini sangat menyenangkan. Kami diajak mengunjungi makam tokoh-tokoh sejarah, masjid, serta berbagai peninggalan budaya Melayu sambil dijelaskan sejarah dan asal-usul Pulau Penyengat,” ucapnya.

MTQ Jadi Ajang Promosi Wisata, Bukan Sekadar Lomba

Meski hasil lomba belum sesuai harapan, Halif menilai pengalaman mengikuti MTQ sekaligus mengenal Pulau Penyengat menjadi nilai tambah tersendiri. “Walaupun hasilnya belum sesuai harapan, kami tetap bersyukur karena mendapat banyak pengalaman selama mengikuti MTQ di Tanjungpinang. Kalau ada kesempatan, saya ingin kembali lagi ke Pulau Penyengat bersama keluarga karena tempat ini sangat menarik,” kata dia.

Pemkot Tanjungpinang berharap kegiatan serupa bisa terus digelar di setiap penyelenggaraan MTQ, sehingga sektor pariwisata ikut terdongkrak seiring dengan semarak even keagamaan tahunan ini.

Bagikan
Sumber: alurnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks