BATAM — BP Batam terus mengakselerasi proyek modernisasi Tempat Penumpukan Kontainer (TPK) Batu Ampar dengan investasi sebesar USD 85 juta. Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan langkah ini sejalan dengan arahan Kepala BP Batam untuk mengembangkan terminal kemas tersebut.
“Ini juga sejalan dengan arahan Kepala BP Batam tentang pengembangan TPK Batu Ampar yang terus kami akselerasi,” kata Denny di Batam, baru-baru ini.
Dampak Nyata pada Produktivitas Bongkar Muat
Denny menjelaskan, suntikan dana dari kolaborasi antarmitra kerja itu difokuskan pada pembaruan unit alat bongkar muat, perluasan container yard, hingga digitalisasi layanan. Pengerjaan fisik ini ditargetkan mampu mendongkrak produktivitas pemindahan kargo hingga 24 box crane per hour.
“Dampak nyata pembenahan fisik ini bisa mendongkrak produktivitas pemindahan kargo hingga mencapai angka 24 box crane per hour,” sebutnya.
Efisiensi Waktu Tambat Kapal Melonjak 65 Persen
Skema perbaikan sistem penunjang tersebut juga memangkas waktu putar tambat kapal secara drastis. Denny menyebutkan, waktu yang semula mencapai 20 jam kini dipotong menjadi hanya 7 jam, atau efisiensi sebesar 65 persen.
Efisiensi ini langsung berdampak pada pertumbuhan volume arus muatan. Sepanjang Januari hingga Mei, TPK Batu Ampar berhasil membukukan angka pengapalan sebanyak 221.183 TEUs.
Rute Langsung ke Shanghai dan Sistem Pembayaran Digital
Direktur Bup Benny Syahroni menambahkan, pembukaan rute pelayaran langsung menuju Shanghai telah memotong biaya logistik eksportir. “Pembukaan rute pelayaran langsung menuju Shanghai kini memotong biaya logistik eksportir menjadi USD 650 per kontainer,” ujarnya.
Tidak hanya itu, pengelola TPK Batu Ampar juga bersiap meluncurkan sistem pembayaran elektronik daring. Langkah ini diambil untuk mengikis birokrasi dan menurunkan waktu inap barang di pelabuhan.
“Ke depan, BP Batam berkomitmen memperbesar kapasitas tampung terminal,” pungkas Denny Tondano.