Pencarian

Wali Kota Batam Amsakar Janjikan Prioritas Kerja untuk Pemuda Galang dan Bangun SMK di Rempang Eco-City

Kamis, 16 Juli 2026 • 15:50:01 WIB
Wali Kota Batam Amsakar Janjikan Prioritas Kerja untuk Pemuda Galang dan Bangun SMK di Rempang Eco-City
Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra berdialog dengan puluhan ketua RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di Kantor Camat Galang, Selasa (14/7/2026).

BATAM — Puluhan ketua RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tokoh masyarakat Kecamatan Galang duduk berhadapan dengan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra di Kantor Camat Galang, Selasa (14/7/2026). Agenda silaturahmi itu bukan seremoni biasa—menjadi ruang warga menyampaikan kebutuhan mendasar yang kerap terabaikan di wilayah hinterland.

Tokoh masyarakat Galang, Safii, membuka percakapan dengan satu tuntutan: kesejahteraan nelayan yang menjadi tulang punggung ekonomi pesisir. Ia juga mendesak agar perusahaan yang beroperasi di Batam memprioritaskan pemuda setempat.

“Kami berharap pemuda setempat dapat menjadi prioritas untuk bekerja di daerahnya sendiri,” kata Safii di hadapan kepala daerah.

SMK alih-alih SMA: Kebutuhan Industri vs. Pendidikan Umum

Perwakilan LPM Galang, Suherman, mengapresiasi langkah Pemkot Batam yang telah membuka peluang kerja melalui PT Moya Indonesia dan sejumlah perusahaan lain. Namun, ia menyoroti ketimpangan infrastruktur pendidikan.

“Kami berharap sekolah yang dibangun nantinya adalah SMK agar mampu mencetak tenaga kerja yang siap bersaing dan sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Suherman. Alasannya, kawasan Rempang Eco-City sudah memiliki tiga SMA—sekolah kejuruan justru lebih relevan untuk menyerap lulusan ke sektor industri.

Nelayan Jadi Prioritas, Akses Pasar Diperluas

Menanggapi aspirasi itu, Amsakar menegaskan bahwa nelayan bukan sekadar profesi, melainkan penopang ekonomi masyarakat pesisir Batam, khususnya di Galang. Pemerintah, kata dia, akan memperkuat program pemberdayaan mulai dari sarana pendukung hingga akses pasar yang lebih luas bagi hasil tangkapan.

“Lapangan kerja adalah komitmen kami. Jika ada badan usaha yang beroperasi di sini, kami akan memperjuangkan agar anak-anak daerah mendapat prioritas untuk bekerja,” tegas Amsakar.

Lima Anak Hinterland ke ITS, 30 ke Politeknik Negeri Batam

Di bidang pendidikan, Amsakar menyebutkan bahwa tahun ini Pemkot Batam mengirim lima anak hinterland melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya—satu di antaranya mengundurkan diri. Selain itu, 30 anak diterima di Politeknik Negeri Batam.

“Pendidikan merupakan sarana mobilitas sosial yang paling efektif. Inilah investasi masa depan Batam. Masa depan Galang akan ditentukan oleh bagaimana kita mempersiapkan generasi mudanya hari ini,” ujarnya.

Pemkot Batam juga tengah merancang pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih Terintegrasi yang akan dilengkapi SMK berstandar internasional. Program itu diharapkan melahirkan lulusan yang kompeten sesuai kebutuhan industri.

Infrastruktur Jalan: Syarat Mobilitas Ekonomi

Amsakar memastikan peningkatan kualitas akses jalan di Galang akan menjadi prioritas jika pengembangan Galang-Rempang berjalan sesuai rencana. Konektivitas jalan dinilai krusial untuk memperlancar mobilitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah hinterland.

“Energi silaturahmi ini menjadi tata kelola baru di era kepemimpinan Amsakar-Li Claudia. Inilah ruang yang menghubungkan pemerintah dengan masyarakat sehingga kami dapat mendengar langsung harapan dan kebutuhan warga,” pungkas Amsakar.

Bagikan
Sumber: prolkn.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks