BATAM — Masyarakat dan pelaku usaha di Kepulauan Riau kian beralih ke transaksi nontunai. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di provinsi ini melesat 144,08 persen pada Triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Nilai Transaksi Tembus Rp3,86 Triliun
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto P., mengungkapkan nilai transaksi QRIS selama tiga bulan pertama 2026 mencapai Rp3,86 triliun. Sementara itu, posisi net outflow tercatat sebesar Rp989 miliar.
Menurut Rony, peningkatan ini mencerminkan adopsi sistem pembayaran digital yang semakin luas. “Kemudahan, kecepatan, dan keamanan transaksi menjadi faktor yang mempercepat penggunaan QRIS,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Ekonomi Kepri Tertinggi di Sumatera
Di sisi makro, perekonomian Kepri menunjukkan kinerja solid. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kepri pada Triwulan I 2026 tumbuh 7,04 persen secara tahunan (year on year).
Capaian ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,61 persen dan menjadi yang tertinggi di regional Sumatera. Meski lebih rendah dibandingkan Triwulan IV 2025 yang mencapai 7,89 persen, perlambatan ini dinilai wajar karena efek basis (base effect).
Intermediasi Perbankan Tetap Terjaga
BI menilai pertumbuhan ekonomi Kepri juga ditopang kondisi sistem keuangan yang stabil. Meski pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), dan penyaluran kredit melambat, kualitas intermediasi perbankan justru membaik.
Pada periode yang sama, aset perbankan tumbuh 5,31 persen secara tahunan, DPK meningkat 5,26 persen, dan kredit tumbuh 6,05 persen. “Kinerja intermediasi perbankan di Kepri pada Triwulan I 2026 secara umum tetap terjaga dan menunjukkan perbaikan kualitas,” kata Rony.
Prospek 2026: Tumbuh Positif dengan Inflasi Terkendali
Ke depan, BI memperkirakan perekonomian Kepri sepanjang 2026 tetap tumbuh positif meski lajunya melambat. Inflasi diproyeksikan berada dalam sasaran nasional 2,5±1 persen.
Rony optimistis kombinasi pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, stabilitas sektor keuangan, serta pesatnya transformasi digital menjadi modal kuat bagi Kepri. “Pesatnya pertumbuhan transaksi QRIS menunjukkan transformasi digital di Kepri berjalan semakin baik,” pungkasnya.