JAKARTA — Peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Sorikmarapi terjadi secara drastis dalam beberapa pekan terakhir. Tim PVMBG Badan Geologi melaporkan, pada Sabtu (18/7) pukul 00.00 hingga 18.30 WIB, tercatat sebanyak 40 kali Gempa Vulkanik Dalam, lima kali Gempa Tektonik Lokal, satu kali Gempa Terasa skala I MMI, dan dua kali Gempa Tektonik Jauh.
182 Gempa Vulkanik Dalam Terekam Sejak Awal Juli
Lonjakan ini bukan peristiwa mendadak. Sepanjang 1 hingga 17 Juli 2026, PVMBG sudah mencatat 182 kali Gempa Vulkanik Dalam, 31 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 51 kali Gempa Tektonik Jauh. Pola kegempaan ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan, aktivitas kegempaan Gunungapi Sorikmarapi mengalami peningkatan yang didahului oleh terekamnya Gempa Tektonik Lokal dan Gempa Terasa. “Aktivitas kegempaan Gunungapi Sorikmarapi mengalami peningkatan signifikan yang didahului oleh terekamnya Gempa Tektonik Lokal dan Gempa Terasa,” kata dia di Jakarta, Selasa.
Apa Arti Status Waspada bagi Warga Sekitar?
Status Level II (Waspada) mengindikasikan bahwa potensi ancaman bahaya erupsi masih berada pada tahap awal, namun aktivitas vulkanik terus dipantau secara ketat. Masyarakat di sekitar Gunung Sorikmarapi dan para pendaki diimbau untuk tidak mendekati kawah atau area yang biasa dijadikan jalur pendakian.
PVMBG juga mengingatkan agar warga tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab terkait letusan besar. Peningkatan aktivitas gempa vulkanik dalam merupakan sinyal bahwa magma bergerak di kedalaman, namun belum tentu langsung diikuti erupsi permukaan.
Rekomendasi PVMBG: Hindari Kawah dan Lembah Aliran Lahar
Badan Geologi merekomendasikan agar warga di radius tertentu tetap waspada terhadap potensi gas beracun di sekitar kawah serta kemungkinan longsoran material lereng. Pengamatan visual dan instrumental akan terus dilakukan secara real-time oleh tim PVMBG yang bertugas di Pos Pengamatan Gunung Sorikmarapi.
Belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat rangkaian gempa ini. Namun, warga yang merasakan getaran gempa terasa skala I MMI pada Sabtu lalu diminta melaporkan kejadian tersebut ke petugas setempat untuk memperkuat data pemantauan.