KEPULAUAN RIAU — Beban tas ransel anak sebaiknya tidak lebih dari 10 persen berat tubuhnya, menurut studi di Spanyol yang dimuat jurnal Applied Ergonomics. Kalau Ibu sering melihat si kecil membungkuk menahan tasnya, artikel ini mengulas bahaya tas terlalu berat, batas aman ransel troli, sampai cara menyiasatinya agar punggung anak tetap sehat.
Buku pelajaran, instrumen musik, baju ganti, sampai mainan sering menumpuk jadi satu di dalam ransel. Kalau Ibu mulai melihat anak condong ke depan saat berjalan, saatnya menimbang ulang isi tasnya.
Bahaya Tas Ransel Anak yang Terlalu Berat
Dokter anak asal Kanada, Dr. Dina Kulik, FRCPC, PEM, menyebut ada beragam masalah kesehatan akibat membawa ransel yang terlalu berat. Mulai dari nyeri muskuloskeletal atau nyeri otot, tulang, dan sendi, nyeri leher dan bahu, hingga postur tubuh yang buruk.
Beban berlebih juga meningkatkan risiko sakit leher dan punggung karena perubahan postur dan pola gerakan. Tali ransel yang menekan bahu bisa memicu nyeri otot tersendiri.
Efek lain yang jarang disadari: gangguan keseimbangan. Anak yang limbung menahan beban berpotensi lebih besar jatuh atau cedera.
Risiko Kelainan Tulang yang Mengintai
Kalau kebiasaan membawa tas berat berlangsung lama, ancaman kelainan tulang bisa muncul. Tiga di antaranya skoliosis, yaitu tulang belakang melengkung ke samping secara abnormal, kifosis atau tulang belakang melengkung ke depan alias bungkuk, dan lordosis atau tulang belakang bagian bawah melengkung ke belakang secara berlebihan.
Kelainan ini tidak muncul dalam sehari. Karena itu, membiasakan anak membawa beban sesuai porsinya jauh lebih mudah daripada mengoreksi postur yang sudah terlanjur berubah.
Batas Aman Ransel Troli
Dikutip dari laman klikdokter.com, dr. Dyah Novita Anggraini mengatakan, maksimum ransel troli umumnya 20 persen dari total berat anak. Jika lebih dari itu, kondisi tulang anak bisa terancam.
Ransel troli dianggap lebih baik karena anak tak lagi menaruh beban di bahu dan punggungnya. Namun sebagian ibu berpendapat, anak pengguna ransel troli rentan jadi korban perundungan atau bullying di sekolah.
Kendala lain muncul saat menggeret tas troli di jalanan rusak. Anak justru kerepotan, terutama jika harus naik turun tangga.
Cara Menjaga Beban Tas Anak Tetap Aman
Jika penggunaan ransel troli tak memungkinkan, Ibu perlu memastikan ransel anak aman dari segi kualitas, cara pemakaian, hingga bobot bawaan. Beberapa langkah yang bisa dicoba:
- Masukkan hanya benda-benda yang dibutuhkan anak di sekolah.
- Simpan tas di loker sekolah yang terletak di lantai dasar, sehingga anak tidak perlu membawa tas naik turun tangga.
- Optimalkan sumber pelajaran digital agar anak tidak membawa pulang tumpukan buku berat.
- Diskusikan dengan guru tentang cara meminimalkan barang bawaan murid.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter
Segera bawa anak ke dokter jika ia mengeluh nyeri punggung atau leher yang tak kunjung hilang, tampak membungkuk terus-menerus, atau keseimbangannya terganggu. Perhatikan juga jika bahu anak terlihat miring saat berdiri tanpa tas.
Tanda-tanda itu bisa jadi sinyal awal masalah postur yang butuh penanganan lebih lanjut. Semakin cepat diperiksa, semakin besar peluang postur anak kembali normal.
Menjaga berat tas anak bukan soal melarangnya membawa banyak buku. Cukup pastikan bebannya tidak melebihi 10 persen berat tubuh, manfaatkan loker sekolah, dan komunikasikan kebutuhan belajar dengan guru. Punggung anak yang sehat hari ini akan menopang aktivitasnya bertahun-tahun ke depan.