Pencarian

Inflasi Kepri Terkendali di Bawah 3,5 Persen, Ekonomi Tumbuh 7,04 Persen pada Triwulan I 2026

Senin, 13 Juli 2026 • 20:04:31 WIB
Inflasi Kepri Terkendali di Bawah 3,5 Persen, Ekonomi Tumbuh 7,04 Persen pada Triwulan I 2026
Inflasi Kepri tercatat 3,23 persen pada triwulan I 2026, menurun dibandingkan triwulan sebelumnya.

BATAM — Inflasi di Kepulauan Riau menunjukkan tren penurunan pada awal 2026. Data terbaru Bank Indonesia mencatat inflasi tahunan provinsi itu sebesar 3,23 persen pada triwulan I 2026, lebih rendah dibandingkan 3,47 persen pada triwulan IV 2025.

"Penurunan ini menjadi sinyal bahwa tekanan harga mulai mereda di tengah aktivitas ekonomi yang tetap tumbuh," ujar Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto P.

Inflasi Dua Kota Besar Melandai, Karimun Justru Naik

Secara spesifik, inflasi di Kota Batam turun dari 3,68 persen menjadi 3,13 persen. Sementara di Kota Tanjungpinang, angkanya merosot signifikan dari 3,98 persen menjadi 2,75 persen. Namun, Kabupaten Karimun mencatat kenaikan inflasi dari 2,72 persen menjadi 3,24 persen.

BI memproyeksikan inflasi Kepri sepanjang 2026 tetap berada dalam sasaran nasional 2,5±1 persen. Optimisme ini didukung oleh sinergi pengendalian inflasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Ekonomi Tumbuh 7,04 Persen, Didorong Konsumsi Rumah Tangga

Di sisi pertumbuhan, ekonomi Kepri masih solid. Pada triwulan I 2026, produk domestik regional bruto (PDRB) tumbuh 7,04 persen secara tahunan. Meski sedikit melambat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 7,89 persen, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional yang sebesar 5,61 persen.

Menurut Rony, permintaan domestik tetap menjadi motor utama. Konsumsi rumah tangga diproyeksikan terjaga seiring berlanjutnya program pemerintah dan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Aset Perbankan Tembus Rp 120 Triliun, Transaksi QRIS Meroket

Sektor perbankan juga menunjukkan perbaikan. Total aset perbankan di Kepri tumbuh 13,10 persen menjadi Rp120,32 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 14,83 persen menjadi Rp104,66 triliun, sedangkan penyaluran kredit naik 14,79 persen menjadi Rp83,57 triliun.

Transaksi digital melalui QRIS mengalami lonjakan signifikan. Hingga triwulan I 2026, volume transaksi mencapai 31,76 juta, tumbuh 144,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Peningkatan ini menunjukkan pembayaran digital semakin diterima dan digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari," kata Rony.

Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan Menurun

Indikator kesejahteraan masyarakat juga membaik. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kepri turun tipis menjadi 6,87 persen pada Februari 2026, dari 6,89 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Persentase penduduk miskin juga menurun dari 4,78 persen menjadi 4,26 persen.

Meski demikian, BI mengingatkan perekonomian Kepri masih menghadapi tantangan eksternal, seperti ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik. Koordinasi pengendalian inflasi dan penguatan sektor riil akan terus diperkuat agar stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi berlanjut sepanjang 2026.

Bagikan
Sumber: batampos.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks