BATAM — Suhu panas yang dipicu minimnya pasokan uap air di lapisan atmosfer akan mendominasi kondisi cuaca Kepulauan Riau (Kepri) pada Kamis (20/8). Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam mencatat kelembaban udara lapisan atas yang relatif rendah serta hembusan angin cukup kuat menjadi pemicu utama cuaca terik ini.
Berdasarkan data prakiraan yang berlaku sejak Kamis pukul 07.00 WIB hingga Jumat (21/8) pukul 07.00 WIB, seluruh kabupaten dan kota di Kepri diprediksi mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Tidak ada potensi hujan signifikan yang dapat meredakan hawa panas sepanjang hari.
Natuna Paling Terik, Suhu Capai 35 Derajat Celsius
Kabupaten Natuna menjadi wilayah dengan suhu tertinggi di Kepri, berkisar antara 26 hingga 35 derajat Celsius. Angin bertiup dari arah Selatan dengan kecepatan 12–22 km/jam, namun tidak cukup kuat untuk membawa uap air pendingin.
Kondisi ini membuat aktivitas luar ruangan di Natuna perlu diwaspadai, terutama pada siang hingga sore hari saat radiasi matahari berada di titik puncaknya.
Batam, Tanjungpinang, dan Bintan Sentuh 33 Derajat
Kawasan perkotaan seperti Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan diprakirakan mengalami suhu maksimum 33 derajat Celsius. Ketiga wilayah ini akan didominasi awan tebal sejak pagi hingga malam hari, dengan suhu minimum 24 derajat Celsius.
Kecepatan angin di Batam tercatat 7–19 km/jam dari arah Selatan, sementara Tanjungpinang dan Bintan mendapat hembusan angin Tenggara dengan kecepatan masing-masing 9–21 km/jam dan 4–18 km/jam.
Lingga, Karimun, dan Anambas Relatif Lebih Rendah
Tiga kabupaten lainnya, yakni Lingga, Karimun, dan Anambas, diprakirakan memiliki suhu maksimal lebih rendah. Lingga berada di kisaran 26–32 derajat Celsius dengan angin Tenggara 15–22 km/jam, sementara Karimun dan Anambas sama-sama menyentuh 30 derajat Celsius.
Anambas mencatat hembusan angin terkuat di Kepri dengan kecepatan 14–23 km/jam dari arah Selatan, yang justru berpotensi membuat cuaca terasa lebih kering meski suhu tidak setinggi Natuna.
BMKG mengimbau warga untuk tetap menjaga asupan cairan tubuh dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam durasi lama, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.