KEPULAUAN RIAU — Dua Korban Terbaru Meninggal Akibat Syok dan Tertimpa Reruntuhan
Peristiwa duka kembali menyelimuti warga Manggarai setelah dua warga dilaporkan meninggal dunia menyusul guncangan gempa susulan. Serfolus Barus (60), warga Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, mengembuskan napas terakhir di RSUD Ruteng sekitar pukul 11.50 WITA. Kondisinya kritis akibat mengalami syok berat pascagempa berkekuatan magnitudo 5,9 yang terjadi pada pagi harinya.
Sebelumnya, seorang lansia bernama Maria Naus (92) dari Desa Cireng juga dilaporkan wafat di puskesmas setempat. Korban meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya. Dengan bertambahnya dua korban tersebut, total korban jiwa dalam bencana ini resmi mencapai 28 orang.
Reruntuhan Bangunan Jadi Penyebab Utama Kematian
Berdasarkan data penanganan bencana yang dihimpun dari lapangan, sebagian besar korban tewas disebabkan oleh tertimpa reruntuhan bangunan yang tidak kuat menahan guncangan. Sebagian lainnya meninggal karena trauma atau syok, dan satu orang dilaporkan tenggelam saat gempa terjadi.
Kecamatan Reok menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak, yaitu 13 orang. Nama-nama seperti Resny, Faisal, Habibi, Ruslin Ahmad, Hamidi, dan Asyiah tercatat meninggal akibat tertimpa bangunan. Sementara itu, Rahman Ahmad meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Waso Matim.
Di Kecamatan Reok Barat, empat warga yakni Mustari, Rinto Harahap, Bunga Sari, dan Bibeng juga menjadi korban tewas akibat tertimpa bangunan. Sejumlah korban lainnya tersebar di beberapa desa, termasuk Fabian Evita Jas dari Desa Bea Mese, Kristina Srimurti dari Desa Golo Lanak, serta Stefanus Jedaut dan Agustinus Magul yang meninggal akibat syok.
12.549 Warga Masih Bertahan di Pengungsian
Dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Data sementara mencatat 32 orang mengalami luka berat dan 104 orang luka ringan. Mereka kini dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Ruteng.
Para pengungsi tersebar di lima wilayah utama. Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kecamatan Reok dan Reok Barat dengan total 5.973 jiwa. Mereka menempati posko-posko darurat seperti Posko Barang Kolong, Puskesmas Reo, dan Pesantren Reo.
Wilayah Wae Ri'i menjadi lokasi pengungsian terbesar kedua dengan 3.916 jiwa. Warga bertahan di sejumlah titik seperti SDI Norang, Posko Rante, dan halaman Rumah Gendang Lalong. Sementara itu, 1.760 pengungsi lainnya berada di Cibal dan Cibal Barat, 674 jiwa di Satar Mese dan Lelak, serta 235 jiwa di Langke Rembong yang tersebar di RSUD Ruteng dan asrama milik yayasan sosial.
Tim Gabungan Terus Bersiaga di Lapangan
Tim gabungan dari pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para relawan hingga kini masih bersiaga di lokasi bencana. Fokus utama mereka adalah memastikan pasokan logistik, air bersih, dan layanan medis bagi para pengungsi dapat terpenuhi. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta menjauhi bangunan yang retak atau rusak berat.