BINTAN — Ajang balap sepeda internasional Tour de Bintan resmi kembali digelar setelah empat tahun terhenti. Event yang berlangsung di Kawasan Pariwisata Lagoi Bay, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada 21-23 Agustus 2026 ini diikuti oleh 800 peserta yang berasal dari 42 negara. Dari jumlah tersebut, 184 pembalap merupakan warga Indonesia, sementara 616 lainnya datang dari mancanegara seperti Singapura, Inggris, Australia, Jepang, hingga Filipina.
Pengelola kawasan Bintan Resorts bersama Trifactor selaku penyelenggara memastikan kesiapan operasional jelang hari perlombaan. Beberapa hari terakhir, sejumlah komunitas sepeda sudah mulai terlihat melakukan latihan dan pengenalan rute di sekitar Lagoi Bay.
Dukungan Lintas Sektor dan Partisipasi Klub Internasional
Chief Operating Officer Bintan Resorts, Abdul Wahab, menyatakan bahwa penyelenggaraan Tour de Bintan mendapat dukungan solid dari berbagai pihak. Mulai dari Kementerian Pariwisata, Pemprov Kepri, Pemkab Bintan, hingga Indonesian Cycling Federation (ICF) turut memberikan arahan serta dukungan penuh.
"Kolaborasi tersebut menunjukkan semangat saling mendukung demi kesuksesan event ini," ujar Abdul Wahab. Dukungan tersebut mencakup berbagai kebutuhan operasional di lapangan, mulai dari sarana dan prasarana, persiapan rute, kesiapan teknis, dana, keselamatan peserta, hingga akomodasi dan transportasi selama berada di Pulau Bintan.
Founder Trifactor, Elvin Ting, menambahkan bahwa sejumlah klub sepeda ternama dunia turut ambil bagian dalam ajang ini. Beberapa di antaranya adalah Malaka Expedition Cycling Club, Singapore Women's Triathlon Club, Matador Racing, serta ANZA and Felis Velos.
5 Kategori Jarak yang Diperlombakan
Koordinator Utama Tour de Bintan 2026, Raja Azmizal Usman, menjelaskan bahwa lomba kali ini memperlombakan lima pilihan kategori jarak. Para pembalap bisa memilih sesuai kemampuan dan tujuan mereka, baik untuk kompetisi maupun rekreasi.
- Gran Fondo Classic — 150 km
- Gran Fondo Century — 100 km
- Gran Fondo Challenge — 70 km
- Gran Fondo Discovery — 45 km
- Individual Time Trial — 17 km
Bagi pembalap yang mengikuti kategori kompetitif, pengaturan tenaga dan kecepatan menjadi kunci sepanjang perlombaan. Sementara peserta rekreasi dapat menikmati rute dengan ritme lebih santai sambil melihat suasana Bintan dari sisi yang berbeda. Khususnya peserta Gran Fondo Discovery 45 km akan menikmati pengalaman sajian kopi istimewa di sepanjang perjalanan.
Dampak Ekonomi yang Diharapkan Menggerakkan UMKM Lokal
Penyelenggaraan Tour de Bintan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga diyakini membawa dampak ekonomi signifikan bagi daerah. Selain 800 peserta, diperkirakan ada 2.000 wisatawan pendamping serta lebih dari 500 kru yang akan memadati Pulau Bintan selama event berlangsung.
Kehadiran ribuan orang tersebut dipastikan menggerakkan aktivitas ekonomi dan meningkatkan permintaan berbagai penyedia jasa pariwisata. Mulai dari hotel, transportasi darat, laut dan udara, restoran, gerai makan dan minum oleh UMKM setempat, hingga aktivitas pariwisata lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menegaskan bahwa event sport tourism seperti ini dampaknya tidak hanya terasa pada hari perlombaan. "Peserta datang beberapa hari sebelumnya dan sebagian memilih untuk tinggal setelah lomba. Mereka juga menggunakan berbagai layanan lokal selama berada di Pulau Bintan," katanya.
Hasan menambahkan bahwa pihaknya memandang Tour de Bintan sebagai salah satu kegiatan yang memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. Event ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang konsisten digelar untuk memperkuat posisi Bintan sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.